logo


Komisi XI Sebut Pemerintah Perlu Upaya Ekstra untuk Genjot Perindustrian

Ecky mengkhawatirkan perlambatan kinerja sektor industri pengolahan

6 November 2019 15:24 WIB

Anggota Komisi XI DPR RI Ecky Awal Mucharam.
Anggota Komisi XI DPR RI Ecky Awal Mucharam. jabarprov.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota Komisi XI DPR RI, Ecky Awal Mucharam meminta pemerintah untuk menggenjot sektor perindustrian.

“Perlambatan kinerja industri pengolahan semakin dalam dan terus bertahan, pemerintah perlu upaya ekstra untuk menjawab tantangan ini,” ujar Ecky di Jakarta, Selasa (5/11).

Ecky menjelaskan berbagai indikator terus mengonfirmasi kondisi tersebut. Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia, misalnya, telah menurun sejak lama.


Fokus Pada Industri Elektronika dan Telematika, Kemenperin Terus Menggali Potensi

“PMI mencerminkan keyakinan para manager bisnis di sektor manufaktur. Pada Triwulan I-2019, PMI masih sekitar 50,4 dan menjadi 50,86 pada triwulan II-2019. Sementara itu pada triwulan III-2019, PMI hanya 49,23. PMI Oktober 2019 hanya 47,7,” kata Ecky.

Sebagaimana diketahui, nilai PMI ditetapkan 50, jika di atas 50 maka sektor manufaktur cenderung berekspnasi; sedangkan di bawah 50 berarti sektor manufaktur berkontraksi.

Ecky menambahkan selain PMI, ukuran paling nyata yang dapat menunjukkan penurunan performa industri manufaktur adalah indikator pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB).

“Lihat saja, pada 2015, kontribusi industri pengolahan terhadap PDB masih sekitar 20%-an; sedangkan pada Triwulan II-2019 hanya 19,5%,” tuturnya.

Dalam hal ini, Ecky mengkhawatirkan perlambatan kinerja sektor industri pengolahan ini akan mempercepat deindustrialisasi dini.

Dia mengatakan fenomena deindustrialisasi dini itu sangat nyata. Deindustrialisasi dini menyebabkan ekonomi nasional tidak dapat mencapai potensi pertumbuhan ekonomi maksimal, penyerapan tenaga kerja hingga pemanfaatan sumberdaya sehingga implikasinya sangat signifikan.

“Dampak lain dari deindustrialisasi muncul lewat lonjakan sektor-sektor informal, karena tenaga kerja yang dirumahkan dari sektor industri cenderung meningkat,” kata Ecky.

“Salah satu pekerjaan yang paling mudah adalah bergerak di sektor informal. Kalaupun mau berwirasausaha, mereka terkendala masalah yang rumit, mulai dari skill hingga permodalan," pungkasnya.

Kemenperin: SNI Usaha Melindungi Industri dan Investasi Dalam Negeri

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Aurora Denata