logo


Jamin Keamanan Pengguna Internet, DPR: RUU PDP Jadi Prioritas

Simak berita selengkapnya

6 November 2019 14:03 WIB

Sukamta
Sukamta Dok. PKS

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta meminta kepada Kemenkominfo untuk memastikan tingkat keamanan pengguna Whatsapp, Skype dan Instagram di Indonesia.

Diketahui perusahaan siber Israel, NSO Group diduga telah meretas sekitar 1.400 pengguna WhatsApp di sekitar 20 negara. NSO menggunakan software andalannya Pegasus dalam melakukan aksinya. Pihak WhatsApp diketahui telah mengajukan gugatan kepada NSO Group Technologies. Pegasus dikabarkan juga menyerang aplikasi lain seperti Skype dan Telegram.

“Perlu kita pastikan apakah ada pengguna di Indonesia yang menjadi korban. Bagaimana pemerintah mengantisipasi hal ini? Kasus-kasus ini semakin menguatkan kebutuhan kita akan sebuah payung hukum yang menjamin Digital Sovereignty (kedaulatan digital), khususnya perlindungan data pribadi sebagai pengejawantahan amanat UUD NRI Tahun 1945 Pasal 28G bahwa perlindungan diri adalah hak warga negara,” ujarnya di Jakarta, Rabu (6/11).


DPR Usul Revisi Usia Petugas KPPS, "Batas Maksimal 60 Tahun Itu Terlalu Tua"

Politisi PKS ini menambahkan bahwa kita semua harus memiliki awareness terhadap keamanan data kita. Solusi teknis jangka pendek yang mudah bisa dilakukan dengan mengupdate aplikasi yang dipakai, seperti arahan Badan Siber dan Sandi Negara.

Namun, lanjut Sukamta, cara itu tidak cukup karena internet sangat rentan dengan kejahatan seperti kasus peretasan dan ke depannya diprediksi kasus-kasus kejahatan serupa akan terus berulang.

“Kita harus memikirkan dan menyiapkan perlindungan data demi mewujudkan kedaulatan digital tadi. Karena itu kita dorong agar RUU Perlindungan Data Pribadi (PDP) masuk Prolegnas 2019-2024. Ini juga sudah menjadi komitmen bersama antara Kemenkominfo dan Komisi I saat Raker tadi siang, bahwa RUU PDP salah satu RUU yang akan kita prioritaskan,” kata dia.

“Saya berharap nantinya RUU PDP ini harus bisa menjadi payung hukum untuk menjamin perlindungan data pribadi dan terwujudnya kedaulatan digital di Indonesia,” pungkasnya.

Kontruksi Masih Tahap Lelang, Jokowi Ngamuk, "Buat Apa Bangun Sistem..."

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Iskandar
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex