logo


Kontruksi Masih Tahap Lelang, Jokowi Ngamuk, "Buat Apa Bangun Sistem..."

Simak berita selengkapnya

6 November 2019 12:04 WIB

Presiden Jokowi di Rakornas Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah 2019
Presiden Jokowi di Rakornas Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah 2019 Antara

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjadi pembicara dalam acara Rakornas Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah 2019 di JCC, Senayan, Jakarta pada Rabu (06/10).

Ketika pembicaraan sampai pada proses lelang di sektor konstruksi yang belum juga selesai akhir tahun ini, Presiden Jokowi terlihat menahan marah.

Berdasarkan laporan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP), pelaksanaan tender di sektor konstruksi pada 2019 yang masih berlangsung hingga kini mencapai Rp 31,7 triliun.


Hormati Pilihan Prabowo, Eggi Sudjana: Jokowi Mestinya Sangat Bersyukur Prabowo Masuk

Pengadaan barang dan jasa pemerintah pada 2019 tercatat mencapai Rp 304,1 triliun. Dari angka tersebut, yang masih berproses Rp 39,0 triliun dan yang sudah selesai sebanyak Rp 265,1 triliun.

Sistem yang berjalan secara elektronik, menurut Jokowi, dapat memudahkan proses pengadaan barang/jasa ini.

"Ini tinggal November, Desember, masih e-tendering. Meski tahu ada yang cepat, tapi apakah yang seperti ini mau kita teruskan?," kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu, dilansir dari Tempo.

Kekhawatiran Jokowi terhadap tender yang masih berjalan menjelang akhir tahun akan berakibat pada pengerjaan konstruksi yang tidak maksimal.

"Tinggal dua bulan masih urusan konstruksi, masih lelang konstruksi. Kita ulang terus kesalahan seperti ini. Akhirnya apa, ya, kualitasnya jelek. Jembatan ambruk. SD ambruk. Karena kerja cepat-cepatan dan pas kerja, pas basah, hujan," ujar Jokowi

Jokowi pun itu memperingatkan kepada seluruh jajarannya agar tak mengulangi kesalahan yang sama nantinya.

"Saya lihat, kalau masih, ada di kabupaten mana, daerah mana, kementerian mana," tutur Jokowi.

Meski sudah menggunakan sistem elektronik, lanjut Jokowi, pola pikir yang digunakan ternyata masih gaya lama.

"Buat apa bangun sistem seperti itu kalau bulan November masih ada e-tendering. Kalau e-purchasing masih oke. Kita ini senangnya kejar-kejaran. Mindset ini harus diubah," tutur Presiden.

Pemilihan Dewan Pengawas KPK, Mensesneg: Presiden Masih Punya Banyak Waktu

Halaman: