logo


Pemilihan Dewan Pengawas KPK, Mensesneg: Presiden Masih Punya Banyak Waktu

Simak berita selengkapnya

6 November 2019 11:30 WIB

Joko Widodo / Jokowi
Joko Widodo / Jokowi Instagram

JAKARTA, JITUNEWS.COM  - Sosok yang akan menduduki kursi Dewan Pengawas KPK tengah menjadi perbincangan di berbagai kalangan. Beberapa nama bermunculan sebagai kandidat.

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok atau BTP diduga kuat akan menjabat sebagai Dewan Pengawas KPK. Selain itu, mantan Ketua KPK, Antasari Azhar juga tak luput dari perhatian. Kedua nama tersebut menjadi sosok yang seringkali dibicarakan di media sosial Twitter dan WhatsApp.

Wacana pencalonan Ahok atau BTP untuk menjadi dewan pengawas KPK ini disebarkan pertama kali oleh akun Twitter @kurawa yang bernama Rudi Valinka. Ia mengajak netizen untuk mengajukan Ahok atau BTP sebagai salah satu calon anggota Dewan Pengawas KPK.


Jokowi Bentuk Dewan Pengawas KPK, Peneliti Puskapkum: Harus Punya Track Record Bagus dan Independen

"Kalo kalian setuju Ahok @basuki_btp kita ajukan menjadi salah satu calon anggota Dewan Pengawas KPK RI maka silahkan Rituit Tantangan 10.000 rituit bisa tercapai gak ? Supaya twit ini sampai ke tangan pak @jokowi" tulis akun @kurawa.

Ihwal Dewan Pengawas KPK, Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyebut kursi tersebut nantinya akan didominasi oleh para ahli hukum meskipun belum diputuskan final.

"Macam-macam. Tentu saja ahli hukum yang akan banyak ya, tapi juga ada non-hukum, ada dimensi sosialnya muncul," kata Pratikno di Istana Kepresidenan, Jakarta dikutip dari Kompas pada Rabu (06/11).

Menurut Pratikno, Presiden Jokowi telah menerima masukan dari berbagai pihak terkait sosok yang akan dipilih sebagai Dewan Pengawas KPK.

Pratikno juga mengatakan bahwa presiden masih mempunyai waktu hingga Desember untuk memilih sosok yang tepat menduduki jabatan tersebut.

"Dewan pengawas kan presiden masih banyak waktu. Nanti diangkat bersamaan dengan pimpinan KPK yang baru. Masih bulan Desember," ujar Pratikno.

"Sementara ini Pak Presiden setiap saat ketemu, selalu meminta masukan kira-kira siapa. Intinya kan mengawal kerja pimpinan KPK yang baru," tutupnya.

KPK: E-Budgeting Sudah Bagus Jangan Sampai Dihilangkan

Halaman: