logo


Menko PMK Terus Kawal Pemajuan Kebudayaan Nasional

Negara harus hadir untuk pemajuan kebudayaan

6 November 2019 10:23 WIB

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy saat memberikan sambutan pada Peringatan Hari Wayang Dunia Ke-V dan Hari Wayang Nasional Tahun 2019 di Pendhapa Ageng Mr. GPH. Djojo Kusumo, Institut Seni Indonesia (ISI), Surakarta, Selasa malam (5/11).
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy saat memberikan sambutan pada Peringatan Hari Wayang Dunia Ke-V dan Hari Wayang Nasional Tahun 2019 di Pendhapa Ageng Mr. GPH. Djojo Kusumo, Institut Seni Indonesia (ISI), Surakarta, Selasa malam (5/11). Kemenko PMK

SURAKARTA, JITUNEWS.COM - "Saya akan tetap mengawal Pemajuan Kebudayaan Nasional kita," demikian ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy saat memberikan sambutan pada Peringatan Hari Wayang Dunia Ke-V dan Hari Wayang Nasional Tahun 2019 di Pendhapa Ageng Mr. GPH. Djojo Kusumo, Institut Seni Indonesia (ISI), Surakarta, Selasa malam (5/11).

Menurutnya, negara harus hadir untuk pemajuan kebudayaan. Bentuk hadirnya negara adalah dengan disahkannya UU No. 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Selain itu sedang diupayakan dikeluarkannya regulasi turunan dari UU No. 5/2017 berupa Peraturan Presiden tentang RIPK dan Strategi Kebudayaan.

"Bahkan tahun ini sudah ada DAK Kebudayaan yang diharapkan jumlahnya tiap tahun meningkat. Serta sudah disetujui adanya dana abadi kebudayaan sebesar Rp5 triliun," ungkap Muhadjir.


Bahas Isu Stunting, Menko PMK Sambangi Menkes

Menurut Muhadjir, dengan terbitnya berbagai regulasi tentang Pemajuan Kebudayaan diharapkan kegiatan di bidang kebudayaan dapat lebih masif lagi lakukan oleh stakeholder, baik pemerintah, akademisi, dan masyarakat umum.

"Salah satu contohnya adalah peringatan hari wayang dunia dan nasional yang dilaksanakan oleh ISI ini," ujarnya.

Wayang, kata Muhadjir, merupakan salah satu pilar utama seni budaya bangsa Indonesia yang Adi Luhung. Dalam wayang mengandung pelajaran, fatwah, dan simbol-simbol yang menjadi nilai hidup dan moral bangsa Indonesia, terutama masyarakat Jawa.  Sehingga pada tanggal 7 November 2013 UNESCO menetapkan wayang sebagai warisan dunia tak benda. Sedangkan penetapan Hari Wayang Nasional melalui Keppres 30 Tahun 2018.

"Karena wayang adalah ekspresi budaya, dan budaya pada dasarnya ada di dalam ide dan pikiran," jelasnya.

Turut hadir dalam acara, Rektor ISI, Guntur, Dalang Senior Ki Manteb Sudharsono, para budayawan, para Sivitas Akademika ISI Surakarta, serta masyarakat umum lainnya.

Kunjungan Ke Kementerian Teknis, Menko PMK Kembali Belanja Masalah

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata