logo


UMP Naik, Industri Dikhawatirkan Kabur ke Luar Negeri

Simak berita selengkapnya

6 November 2019 10:13 WIB

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Roeslani
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Roeslani Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) mendapatkan sorotan dari berbagai pihak. Salah satunya adalah Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani.  Dia mengaku khawatir jika upah buruh mengalami kenaikan, khususnya di Karawang, investor bisa kabur ke luar negeri.

Rosan menilai, beban industri sektor padat karya semakin berat dengan penetapan upah minimum provinsi (UMP) 2020. Hal itu diakuinya sudah dibicarakan dengan para pengusaha di berbagai daerah.

Sejumlah provinsi menaikkan UMP 2020 sesuai arahan pemerintah pusat sebesar 8,51%. Angka tersebut terbilang masih jauh di bawah permintaan buruh, yakni 10-15%.


Rhenald Kasali: Kolaborasi Kementerian Bangun Daya Saing Produk UKM Adalah Keniscayaan

Rosan mencontohkan, bagi daerah yang upahnya sudah tinggi seperti Karawang, UMK akan terus melonjak secara signifikan dari tahun ke tahun jika menuruti mekanisme yang ada. Kondisi tersebut bisa membuat industri di Karawang berpindah ke lain daerah atau bahkan ke luar negeri.

"Industri akan berpindah. Kemana? Salah satunya ke Jateng mungkin. Kalau ini terus pindah, secara bertahap, mending kalau pindahnya di antara Indonesia. Tapi kalau pindahnya ke negara lain itu kan jadi non produktif kenaikan UMR ini," kata Rosan seperti dikutip dari CNBC Indonesia pada Rabu (06/11).

Jika tak ada investor baru yang masuk, menurut Rosan, akan terjadi yang relokasi. Oleh sebab itu, dia menilai penentuan upah memerlukan mekanisme baru.

"Memang musti dicari keselarasan. Dicari dulu mungkin untuk tiap daerah, kenaikan tidak sama dulu. Ini masukan dari kami memang," jelas Rosan.

"Kenaikan itu jangan sama dulu ke semua. Dilihat per daerah nya, dilihat dulu, industri yang sedang berkembang di daerahnya itu apa, kemudian penyerapan tenaga kerja bagaimana, apakah UMKM di situ banyak. Jadi ini kita beri masukan ke pemerintah untuk supaya jangan disamaratakan dulu." tutupnya.

Berikut daftar besaran UMK 2019 di Jawa Barat :

  • Kabupaten Karawang Rp 4.234.010,27
  • Kota Bekasi Rp 4.229.756,61
  • Kabupaten Bekasi Rp 4.146.126,18
  • Kota Depok Rp 3.872.551,72
  • Kota Bogor Rp 3.842.785,54
  • Kabupaten Bogor Rp 3.763.405,88
  • Kabupaten Purwakarta Rp 3.722.299,9

Hormati Pilihan Prabowo, Eggi Sudjana: Jokowi Mestinya Sangat Bersyukur Prabowo Masuk

Halaman: