logo


Dikirimi Surat Arie Kriting, Ibunda Indah Masih Kecewa, "Dia Terlalu Percaya Diri"

Simak berita selengkapnya

6 November 2019 09:46 WIB

Arie Kriting
Arie Kriting Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Problematika jalinan kasih komedian Arie Kriting dengan Indah Permatasari masih belum menemui titik terang. Keduanya tak kunjung mendapatkan restu untuk melenggang ke hubungan yang lebih serius.

Perubahan drastis Indah, menurut Ibundanya, Nursyah, ditengarai sejak mengenal Arie. Bahkan Nursyah mengaku sebelumnya sempat mendapat perlakuan yang kurang menyenangkan dari anaknya.

Demi meredakan kekecewaan Nursyah, Arie mencoba mengirimkan sebuah surat yang berisi pesan menyentuh. Ia menyatakan keseriusannya untuk meminang Indah.


Ketakutan, Femmy Permatasari Minta Disuntik Mati Jika Mengidap Kanker

Nursyah mengatakan surat itu dititipkan kepada adik Indah.  Setelah membaca dengan seksama, Nursyah memberikan tanggapan mengenai langkah Arie. Menurutnya, pria kelahiran Kendari itu memiliki tingkat kepercayaan diri yang berlebihan.

"Dia terlalu percaya diri, sampai mati saya tak akan terima," tegas Nursyah, dikutip dari Detik pada Rabu (06/10).

Selain itu, Nursyah membuka perihal isi surat dari Arie kepada dirinya. Ia tak ragu menunjukkannya kepada media. Berikut tulisan selengkapnya:

Kepada Ibu Yang Melahirkan Kekasihku,

Saya minta maaf sebesar-besarnya untuk segala kekurangan yang hadir dari diri saya sebagai manusia biasa. Saya tidak bisa memilih dari keluarga seperti apa saya dilahirkan. Bagaimana wujud saya ditakdirkan. Sejak awal perbedaan ini telah menjadi salah satu ganjalan bagi Ibu menerima kehadiran saya. Juga mungkin ada beberapa sikap saya yang kurang berkenan. Jika tidak bisa bertemu langsung dan memohon izin ketika akhirnya hati saya dan anak ibu bertaut satu dengan lainnya. Sejak awal saya mengetuk pintu depan Ibu, tidak ada sedikit pun tujuan buruk hadir di dalam benak saya terhadap keluarga ibu. Pun untuk jatuh cinta kepada anak ibu yang tampak seperti bidadari itu, mana saya berani. Tetapi takdir membawa saya pada satu titik yang memang membingungkan. Di satu sisi, anak Ibu telah pula benar-benar rela saling membantu dengan saya mencapai hidup yang lebih baik. Namun di satu sisi, saya juga paham bahwa mungkin saya bukanlah sosok anak mantu yang Ibu idam-idamkan.

Saya memang bukan raja atau pangeran. Bukan pula anak pejabat atau saudagar kaya. Saya tidak memiliki semua kemewahan dan kemuliaan tersebut. Tetapi satu yang bisa saya pastikan kepada Ibu, bahwa saya adalah seorang petarung yang tangguh. Saya meraih apa yang hari ini saya dapat dengan kerja keras. Saya tidak pernah mengeluh dengan keterbatasan saya. Saya pejuang yang hebat Ibu. Saya jujur dan tidak pernah merugikan orang lain. Saya tulus apa adanya. Dan pada saat ini, saya juga rela memberikan segala-galanya untuk membahagiakan anak ibu. Saya akan berusaha setia hingga akhir hidupnya, dalam keadaan senang atau pun susah. Saya melihat Ibu telah memilih seorang laki-laki yang sabar sebagai suami. Percayalah saya sama sabar dan bijaksananya seperti suami Ibu. Jika Ibu bahagia dan setia dengan pilihan laki-laki Ibu saat ini, ku harap Ibu bisa mengerti perasaan anak Ibu kepada saya.

Saya mohon maaf atas segala ketakutan dan keterbatasan saya selama ini. Saya takut kehadiran saya secara langsung akan membuat Ibu melepaskan amarah. Maka saya berusaha menunjukkan keseriusan dan kasih sayang saya kepada Anak Ibu dan Keluarga Ibu dari jarak jauh. Namun jarak memang sering mengaburkan pandangan.

Maka jika ibu izinkan saya untuk menemui Ibu, mencium tangan dan memohon restu Ibu sekali lagi, saya akan dengan senang hati hadir dan bersujud di hadapan Ibu. Dan setelah itu saya akan berjanji untuk berusaha sekuat tenaga, membawa kebahagiaan bagi kita semua.

Klarifikasi Protes Franda Terkait Foto di Bak Truk, Samuel Zylgwyn: Itu Maksudnya Bercanda, Makanya Dikasih Emot Lucu

Halaman: 
 
×
×