logo


Kabinet Indonesia Maju sebagai Upaya Rekonsiliasi dan Persatuan Negeri, Tidak ada Lagi Cebong dan Kampret

Eggi Sudjana: kita ikhlas atas Prabowo yang masuk jajaran kabinet

5 November 2019 21:44 WIB

Diskusi Publik "Sinyal Persatuan di Balik Kabinet yang Kaget"
Diskusi Publik "Sinyal Persatuan di Balik Kabinet yang Kaget" Jitunews/Nurman

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kontroversi pembentukan Kabinet Indonesia Maju membuat semua orang kaget dibuatnya. Bagaimana tidak, masuknya beberapa nama di kabinet itu membuat pro kontra baik di kubu pendukung Presiden Joko Widodo dan juga pendukung Prabowo.

Masuknya Prabowo sebagai menteri juga banyak mengundang pro dan kontra. Di sebuah diskusi publik yang diinisiasi oleh Jaringan Insan Muda Indonesia (JIMI) bertajuk Sinyal Persatuan di Balik Kabinet yang Bikin Kaget, beberapa tokoh membahas hal ini dengan menarik.

Ketua Umum Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) Jakarta Raya, Syarief Hidayatulloh, berpendapat hal ini adalah itikad baik para elit untuk persatuan bangsa.


Tersinggung soal Jabatan, Relawan Jokowi Ingatkan Moeldoko, "Lebih Baik Bantu Pak Presiden dengan Baik"

Syarief menyebut masuknya Prabowo Subianto yang notabene rival utama Jokowi adalah upaya rekonsiliasi kedua tokoh yang berseteru saat pilpres lalu.

"Saya bersyukur di lapangan sudah mulai mencair. Sudah tidak ada lagi Cebong dan Kampret," ujar Syarief di bilangan Setiadi Jakarta (05/11).

Dia menambahkan perlu adanya komitmen bersama agar NKRI ini damai pasca kontestasi Pilpres kemarin.

Hal yang sama diungkapkan Koordinator Mubaligh 01 Gus Sholeh dirinya mengatakan para pendukung 01 dan 02 harus mengikuti jejak para elit untuk rukun dan damai.

Jokowi Bentuk Dewan Pengawas KPK, Peneliti Puskapkum: Harus Punya Track Record Bagus dan Independen

Halaman: 
Penulis : Nurman Abdul Rohman, Tino Aditia