logo


Terkait Impor Garam, Begini Alasan Menteri Edhy

Simak berita selengkapnya

5 November 2019 17:21 WIB

Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo.
Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengadakan rapat koordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta, Selasa (5/11/2019). Rapat tersebut membahas soal impor garam yang dilakukan Indonesia.

Menurut Edhy impor garam dilakukan karena keterpaksaan, bukan keharusan. Produksi garam sendiri terbagi menjadi dua yaitu garam untuk konsumsi dan garam untuk industri. Kandungan dari kedua garam tersebut berbeda. Sejauh ini Indonesia belum bisa memenuhi kebutuhan garam untuk industri.

"Pada akhirnya, impor itu suatu keterpaksaan. Bukan suatu keharusan. Kalau dalam negeri ada, tentunya tidak akan ada serapan (impor)," kata Edhy sesuai rapat.


Wow Ada Pepes Ikan Nuklir?

Menteri Edhy mengungkapkan bahwa produksi garam untuk industri itu ada, namun sedikit jumlahnya. Pemerintah sendiri akan menyiapkan lahan 400 hektar di Nusa Tenggara Timur untuk memproduksi garam untuk industri.

"Terus terang kalau dari kebutuhan nasional kemampuan kita untuk melakukan produksi garam masih ya bisa dibilang setengahnya. Nah ini yang harus kita dorong. Ini kita cari cara untuk jalan keluarnya bagaimana para petambak garam penghasilannya baik," pungkasnya.

 

Petani Sawit Dihimbau Beli Bibit Bersertifikat

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati