logo


Tersinggung soal Jabatan, Relawan Jokowi Ingatkan Moeldoko, "Lebih Baik Bantu Pak Presiden dengan Baik"

Simak berita selengkapnya

5 November 2019 16:32 WIB

Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko
Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko sebelumnya menyebut partai pendukung dan relawan yang tidak tertampung di kabinet akan dimasukkan jadi staf KSP. Hal itu dikatakan Moeldoko dalam wawancara dengan sebuah media.

Bukannya memberi angin segar, pernyataan tersebut justru membuat pihak terkait merasa tersinggung, tak terkecuali Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP).

"Pak Moeldoko, Bara JP bukan pengemis jabatan. Jangan menempatkan kami seperti mengeluh, kecewa, atau seakan-akan ngambek, sekalipun tidak dapat jabatan seperti yang bapak katakan," ujar Ketua Umum Bara JP Viktor S. Sirait, dilansir dari Tempo pada Selasa (05/11).


DPR Usul Revisi Usia Petugas KPPS, "Batas Maksimal 60 Tahun Itu Terlalu Tua"

Viktor menyadari hak prerogatif Presiden dalam memilih menterinya. Maka dari itu, ia mengaku pihaknya tak kecewa kalau pun tidak masuk di kabinet. Meski merasa siap, Viktor tidak pernah mendorong para relawan untuk meminta jabatan kepada Presiden Jokowi.

Menurut Viktor, Moeldoko tidak punya kapasitas untuk mengurus penugasan relawan. Selain itu, ia juga meminta Moeldoko menjalankan tugasnya sebagai KSP dengan baik.

"Lebih baik Moeldoko membantu Pak Presiden dengan baik, menangkal radikalisme tidak menyentuh Istana. Kami relawan Bara JP punya hubungan khusus dengan Pak Jokowi. Kami tidak akan dan tidak pernah meminta-minta jabatan, namun akan tetap dan siap membantu sesuai dengan kapasitas yang dibutuhkan Pak Jokowi," tuturnya.

Bicara 'Lompatan Kemajuan', Jokowi: Dibutuhkan Figur yang Berani Mendobrak

Halaman: