logo


Fenomena Munculnya Desa "Hantu" sebagai Modus Korupsi Anggaran Dana Desa

simak penjelasannya

4 November 2019 17:48 WIB

sri mulyani dan jokowi
sri mulyani dan jokowi monitor.co.id monitor

JAKARTA, JITUNEWS.COM - saat melaporkan evaluasi kinerja APBN Tahun Anggaran 2019, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut bahwa saat ini banyak bermunculan desa-desa baru yang tidak berpenghuni atau desa "hantu". Desa "hantu" tersebut tiba-tiba eksis agar mendapatkan jatah alokasi anggaran program dana desa Pemerintah.

"Sekarang muncul desa-desa baru yang nggak ada penduduknya karena adanya dana desa," ujar mantan direktur bank dunia tersebut, Senin (4/11).

Saat ini Indonesia tercatat memiliki 74.597 desa, sedangkan anggaran dana desa yang telah dialokasikan oleh Kementrian Keuangan mencapai Rp 70 triliun di tahun 2019. Itu artinya setiap desa akan mendapatkan jatah anggaran sekitar Rp 900 juta.


Menkeu Batal Lantik Dirjen Pajak, Ada apa?

Sri Mulyani juga menambahkan bahwa fenomena munculnya desa-desa yang tidak berpenghuni ini seakan menjadi tanda bahwa masih banyak oknum yang ingin memanfaatkan jatah anggaran secara tidak bertanggungjawab sementara penyaluran dana desa tersebut juga belum sepenuhnya efektif

Menteri Keuangan Sri Mulyani sendiri berencana untuk melakukan evaluasi program dana desa untuk mencegah munculnya fenomena tersebut dengan memperketat aturan pencairan dana desa dimana proses pencairan Dana Desa tersebut akan melalui tiga tahapan ketat. Selain hal itu, Dana Desa akan dicairkan dari RKUN (Rekening Kas Umum Negara) ke RKUD (Rekening Kas Umum Daerah) dalam tempo tertentu sehingga dapat terpantau.

"Makanya kita mau evaluasi karena adanya transfer setiap bulannya," pungkasnya.

Suryo Utomo Resmi Jabat Dirjen Pajak, Kemenkeu: Ini Tugas Sangat Berat

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia