logo


Tak Hanya Lem Aibon dan Pulpen, Anggaran Penataan Kampung Kumuh Juga Fantastis

Simak berita selengkapnya

4 November 2019 15:03 WIB

Anies Baswedan ungkapkan penyesalannya di pelantikan Wali Kota baru Jakarta Utara, selasa (3/9).
Anies Baswedan ungkapkan penyesalannya di pelantikan Wali Kota baru Jakarta Utara, selasa (3/9). Detik News

JAKARTA, JITUNEWS.COM -  Permasalahan mengenai rancangan APBD DKI Jakarta tahun 2020 yang tidak masuk akal tidak hanya terkait pengadaan lem aibon dan pulpen saja. Ditemukan ada kejanggalan terhadap rancangan anggaran penataan kampung kumuh.

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike mengatakan bahwa pemerintah kota Jakarta mengusulkan anggaran sebesar Rp556 juta per RW untuk anggaran konsultan. Anggaran tersebut dinamai dengan kegiatan Community Actionn Plan (CAP) yang dinilai terlalu besar jika untuk ukuran RW.

“Satu RW itu Rp556 juta? Kalau 200 RW itu butuh berapa coba? Tidak bisa kerja sama dengan kampus atau sebagainya?” kata Yuke seperti yang dilansir Antara, Senin (4/11/2019).


Anda Warga Jakarta, Sudah Punya Kartu Pekerja? Ini Manfaat dan Cara Pendaftarannya

Meskipun masih bersifat sementara, namun Yuke mengatakan bahwa anggaran tersebut terlalu mahal. Selama pemerintahan Anies Baswedan ia mengaku tidak melihat adanya penataan kampung kumuh di Jakarta. Meskipun demikian, Yuke tetap mendukung adanya perencanaan penataan kampung kumuh.

“Kami akan meminta penjelasan soal ini secara detail dalam pembahasan teknis nanti. Tapi kami harus menegaskan bahwa kami meminta agar Dinas Perumahan segera mewujudkan penataan kampung kumuh,” pungkasnya.

Puji e-Budgeting DKI Jakarta, Pimpinan KPK: Terbaik di Indonesia

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati