logo


Bonek Bikin Rusuh, Persebaya Harus Bayar Denda Lebih dari Rp 200 Juta dan Tanpa Penonton sampai Liga Berakhir

simak penjelasannya

2 November 2019 10:14 WIB

radar jogja

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Komisi Disiplin (Komdis) PSSI akhirnya menjatuhkan sanksi kepada manajemen klub Persebaya Surabaya usai kericuhan yang dilakukan oleh Bonek di Stadion Gelora Bung Tomo, 29 Oktober lalu. Diketahui, suporter fanatik Persebaya tersebut masuk ke dalam lapangan dan merusak beberapa fasilitas stadion usai Persebaya takluk ditangan tim tamu PSS Sleman 2-3.

Dalam putusan tersebut, Persebaya dijatuhi sanksi yakni larangan bertanding tanpa penonton baik di laga kandang maupun tandang hingga musim ini berakhir. Selain itu, pihak Persebaya juga dijatuhi denda Rp200 juta.

Sanksi tersebut diberikan Komdis PSSI sebagai hukuman dari beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh suporter Persebaya, Bonek, saat melawan PSS yakni penyalaan smoke bomb dan falre, perusakan fasilitas stadion seperti bench pemain, papan iklan, dan gawang.


Pemain Timnas U-16 Alfin Lestaluhu Tutup Usia, Ini Penyebabnya

Kerusuhan yang terjadi di Stadion GBT itu berawal dari sejumlah oknum Bonek yang masuk ke dalam lapangan usai pertandingan berakhir. Amuk massa suporter tersebut menyebabkan beberapa fasilitas stadion rusak seperti bangku cadangan, papan iklan, lintasan atletik, jaring gawang. Amuk massa diketahui juga membakar rumput lapangan.

Selain sanksi tersebut bukanlah satu-satunya sanksi yang harus diterima Persebaya. Klub Surabaya tersebut juga mendapat hukuman lain dari Komdis PSSI yakni hukuman denda Rp45 juta atas aksi pelemparan botol yang juga dilakukan oleh oknum Bonek saat Persebaya bertandang ke kandang Persela di Lamongan, 23 Oktober lalu.

Buntut Kerusuhan Bonek, Persebaya Terancam Kalah WO Melawan PSM Makassar

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia