logo


MPR Susun GBHN, Wakil Ketua MPR: Masyarakat Bisa Ambil Bagian

simak penjelasannya

1 November 2019 15:15 WIB

Sidang MPR
Sidang MPR Kompas

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua MPR RI, Syarifuddin Hasan, mengatakan bahwa MPR akan membuka ruang dan akses yang lebih besar bagi masyarakat dan stakeholder lainnya yang ingin memberikan masukan pemikiran dan pandangan menyangkut amendemen (perubahan atau penyempurnaan) UUD termasuk di dalamnya soal GBHN.

“Kita tidak perlu tabu membicarakan amendemen UUD. Kita buka ruang seluas-luasnya kepada publik untuk memberikan kontribusi dan pandangannya tentang penyempurnaan UUD termasuk di dalamnya menyangkut GBHN dan juga sistem ketatanegaraan. Ini menyangkut hajat hidup rakyat Indonesia maka kita harus betul-betul komit melaksanakannya,” ujar Syarifudin Hasan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (31/10).

Syarifudin Hasan mengungkapkan bahwa MPR periode 2014–2019 merekomendasikan kepada MPR periode 2019–2024 untuk melakukan pengkajian lebih mendalam termasuk kajian soal amendemen atau perubahan UUD.


Prabowo Pernah Ditolak ke AS, Waketum Gerindra: Sekarang Sudah Bisa

“Rekomendasi MPR periode lalu itu menjadi pijakan bagi MPR saat ini untuk bekerja ke depan. Kita sudah memutuskan untuk melakukan kajian dan membuka askes yang lebih besar kepada publik,” ujarnya.

Menurutnya harus ada input dan masukan yang komprehensif dari akademisi, partai politik, tokoh bangsa, mahasiswa, ormas, dan lainnya.

“Misalnya bagaimana kedudukan MPR, soal GBHN, sistem ketatanegaraan apakah bicameral atau unicameral, dan lainnya. Kalau kita bisa menata lagi sistem ketatanegaraan kita, ke depan saya percaya Indonesia akan lebih baik lagi,” katanya.

“Kita wajib untuk memberikan dukungan pada wacana amandemen, memberikan pencerahan dan sosialisasi kepada masyarakat agar mereka memberikan kontribusi positif terhadap rencana penyempurnaan UUD. Mudah-mudahan tugas MPR ini bisa dilakukan dengan baik,” pungkasnya.

Bamsoet: Pokok-pokok Haluan Negara Akan Menjadi Payung

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Tino Aditia