logo


Mencuat di RAPBD 2020 DKI Jakarta, Apa Sebenarnya Lem Aibon Itu?

Simak berita selengkapnya

1 November 2019 15:00 WIB

Lem Aibon
Lem Aibon Aica Indonesia

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Lem aibon seketika menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Hal itu bermula dari RAPBD 2020 DKI Jakarta yang tersebar di laman media sosial. Data tersebut menyebutkan bahwa anggaran Pemprov DKI untuk pembelian lem aibon mencapai Rp 82 miliar.

Anggota DPRD DKI Fraksi PSI, William Aditya Sarana, diketahui merupakan pihak yang pertama kali membeberkan data itu melalui akun Twitter miliknya, @willsarana. Ia meminta Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk menjelaskan terkait kejanggalan dalam alokasi anggaran untuk pembelian lem aibon.

Anies pun menanggapi dengan mengatakan jika pihaknya telah mengetahui permasalahan itu lebih awal. Namun, hanya saja ia tidak ingin mempublikasikannya ke media sosial.


Terlalu Banyak Ngopi Bikin Keracunan Kafein, Begini Cara Menguranginya...

"Sebelum mereka (PSI) ngomong, saya sudah ngomong, saya sudah bicara, kita review. Bedanya saya tidak manggung. Bagi orang-orang baru manggung ini adalah kesempatan beratraksi," kata Anies di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (30/10).

Terlepas dari anggaran yang menjadi kontroversi, sebenarnya apa itu lem aibon?

Berdasarkan situs resmi Aica Indonesia, aica aibon atau lem aibon adalah cairan perekat serbaguna yang terbuat dari bahan sintetis dan pelarut organik. Aibon ini tersedia dalam dua jenis varian, yakni jenis toluene atau non-toluene, atau oles dan semprotan.

Lem aibon adalah sejenis bahan serbaguna yang dipakai untuk merekatkan berbagai alat atau barang. Kenyataan itu diperkuat dalam studi yang dilakukan oleh tiga peneliti, yakni Azhary Adhyn Achmad, Nandang Mulyana, dan Muhammad Fedryansyah, dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial, Universitas Padjadjaran (Unpad).

Kegunaan lainnya, lem ini dapat merekatkan berbagai barang berbahan kulit, seperti tas, sepatu, plastik, kayu, karet, dan lain-lain.

Selain serbaguna, lem aibon juga termasuk kedalaman zat adiktif yang berbahaya. Zat yang ada di dalam lem ini adalah zat kimia yang bisa merusak sel-sel otak dan membuat seseorang menjadi tidak normal jika dihirup secara berlebihan. Bahkan dalam jangka panjang, bisa berdampak kematian.

Lysergic Acid Diethyilamide (LSD) merupakan salah satu zat berbahaya yang terkandung di dalam lem aibon. LSD adalah halusinogen yang paling terkenal. Ini merupakan narkoba sintetis yang disarikan dari jamur kering atau dikenal sebagai ergot yang tumbuh pada rumput gandum.

LSD bersifat cair, tidak berwarna dan tidak berbau, serta sering diserap ke dalam zat yang cocok, seperti kertas pengisap dan gula blok, atau dapat dipadukan dalam tablet, kapsul, atau terkadang gula.

LSD dapat menimbulkan efek seperti merasa nyaman atau tenang jika dikonsumsi. Perubahan seringkali terjadi pada persepsi, penglihatan, suara, penciuman, dan perasaan.

Selain itu, mengonsumsi lem aibon juga akan menimbulkan hilangnya kendali emosi, disorientasi, depresi, kepeningan, perasaan panik yang akut, dan perasaan tak terkalahkan. Efek tersebut bisa mengakibatkan pengguna menantang situasi bahaya.

Penggunaan lem aibon jangka panjang dapat mengakibatkan sorot balik pada efek halusinogen, yang dapat terjadi berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.

Efek ketergantungan atau kecanduan pada LSD juga dapat terjadi. Efek LSD akan menghilang kurang lebih 6 sampai 12 jam setelah pemakaian, tergantung pada dosis, toleransi, berat badan, dan umur.

Zat LSD yang terkandung dalam lem aibon seringkali disalahgunakan di kalangan anak-anak jalanan, dengan istilah “ngelem”. Biasanya, lem ini dihirup untuk menimbulkan efek halusinasi dan memabukkan.

Ternyata Rutin Donor Darah Bisa Melangsingkan Tubuh Lho...

Halaman: 
Penulis : Iskandar