logo


Program 100 Hari Kerja, Kementan Gandeng Kementrian Agraria

Simak berita selengkapnya

31 Oktober 2019 15:24 WIB

syahrul yasin limpo
syahrul yasin limpo ayobandung.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo membuat program 100 hari kerja. Untuk merealisasikan program tersebut Mentan akan bekerja sama dengan Kementrian Agraria dan Tata Ruang (ATR).

Sebelumnya Syahrul Yasin telah bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik untuk validasi data. Data yang akurat akan membuat program bisa berjalan dengan baik karena kebijakan diputuskan berdasar data yang ada.

“Saya akan ketemu dengan menteri ATR. Saya akan datangi Menteri ATR untuk duduk sama-sama, lebih banyak mungkin definisi yang mereka pakai seperti apa melihat lahan baku sawah, dan seperti apa Kementan dan staf pertanian punya definisi untuk mengukur lahan pertanian yang ada, khususnya sawah itu,” jelas Syahrul usai menemui Kapala BPS Suhariyanto, di Jakarta, seperti dilansir di viva.co.id, Selasa (29/10/2019).


Selama Ramadan, BPS Catat Inflasi Sebesar 0,68 Persen

Menurut Syahrul teknologi yang digunakan untuk pemetaan lahan belum sesuai. Masih perlu disempurnakan sehingga tepat dan akurat.

“Nah kalau ini sudah kita temukan. Seperti tadi contohnya di kita walaupun tanamannya sudah tidak padi, sudah tembakau. Itu tidak boleh dicatat sebagai bukan sawah. Demikian pencitraan-pencitraan satelit yang ada. Lahan baku harus kita gunakan  sebagai lahan baku sawah. Bila saja nanti dikemudian hari itu akan kembali sebagai sawah padi. Kalau kita hilangkan sekarang yang bersoal nanti para petani itu. Pasti ada bias, oleh karena itu ada margin eror 1-2% kita selesaikan dilapangan,” jelas Syahrul.

Produksi Beras Menurun, DPR RI Dorong Kementan untuk Lakukan Kajian dan Cari Solusi

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati