logo


KPAI Beri Peringatan ke Mendikbud, "Pendidikan Bukan Sekadar untuk Mendapatkan Pekerjaan"

Simak berita selengkapnya

31 Oktober 2019 09:20 WIB

nadiem makarim
nadiem makarim sangpengajar.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mendapat dorongan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dalam mengembalikan pendidikan ke pemikiran awal Ki Hajar Dewantara.

Hal itu disampaikan KPAI berkaitan dengan link and match peserta didik di jenjang sekolah menengah kejuruan atau vokasi menuju dunia industri dan lapangan pekerjaan, sebagaimana misi Mendikbud Nadiem Makarim.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti menyebut pemikiran Ki Hajar menyatakan bahwa pendidikan merupakan proses pembudayaan, yakni suatu usaha memberikan nilai luhur yang bersifat pemeliharaan, memajukan dan mengembangkan kebudayaan menuju kehidupan manusia yang luhur.


PBB Belum Dapat Jatah Kursi di Pemerintahan, Yusril: Tidak Lama Lagi Akan Ada...

Retno juga menegaskan ungkapan Tut Wuri Handayani terdapat pemikiran Ki Hajar Dewantara yang digunakan, yaitu pendidikan yang memerdekakan. Maka dari itu, semboyan tersebut tidak hanya populer melainkan sarat akan makna.

"Dan itu bukan semata-mata mencari pekerjaan, tapi menajamkan pikiran dan menghaluskan nurani peserta didik," kata Retno di kantor KPAI, Jakarta, dilansir dari Tempo, Rabu, (30/10).

Dalam memerdekakan manusia secara lahir dan batin, lanjut Retno, Ki Hajar Dewantoro telah membedakan sistem Pengajaran dan Pendidikan.

Dalam sistem pengajaran, kemerdekaan manusia dilihat dari aspek hidup lahiriah yang mencakup kemiskinan dan kebodohan. Sedangkan sistem pendidikan, kemerdekaan manusia ditinjau dari aspek hidup batin, yaitu otonomi berpikir, mengambil keputusan, martabat, dan mentalitas demokratik.

Kemerdekaan manusia ditentukan oleh kemampuannya bersandar dan berdiri di atas kakinya sendiri. Hidupnya secara lahir dan batin tidak tergantung kepada orang lain.

Pengertian itu, menurut Retno, menunjukkan bahwa sistem pendidikan mampu menjadikan setiap individu hidup dan berpikir mandiri. Tujuan dari pendidikan adalah penguasaan diri, sebagai pendidikan memanusiakan manusia.

"Maka, pendidikan tidak semata-mata bertujuan untuk mendapatkan pekerjaan," pungkasnya.

Hindari Ketimpangan Antar Instansi, Tjahjo Kumolo: Yang Akan Kita Atur Adalah Penghasilan PNS

Halaman: 
Penulis : Iskandar