logo


Soal Radikalisme, Gus Nadir: Banser Balik ke Kandang

Isu radikalisme jadi banyak diperbincangkan

30 Oktober 2019 20:22 WIB

Rais Syuriah pengurus cabang istimewa (PCI) NU di Australia dan Selandia Baru Nadirsyah Hosen
Rais Syuriah pengurus cabang istimewa (PCI) NU di Australia dan Selandia Baru Nadirsyah Hosen Twitter @na_dirs

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sejak dilantiknya Menteri Kabinet Indonesia Maju isu radikalisme jadi banyak diperbincangkan. Sudah banyak tokoh yang berkomentar tentang hal ini.

Rais Syuriah pengurus cabang istimewa (PCI) NU di Australia dan Selandia Baru Nadirsyah Hosen mengatakan urusan radikalisme memang sudah seharusnya jadi urusan pemerintah.

"Urusan radikalisme itu sudah seharusnya ditangani oleh pemerintah," cuitnya di akun Twitter @na_dirs (30/10).


Tangkal Radikalisme, Kemenag: Kurikulum Pendidikan Agama Tidak Boleh...

Dosen Monash University itu mengeluhkan selama ini pemerintah tidak hadir akhirnya pihaknyalah (NU) yang turun tangan menghadapi kelompok radikal.

"Selama ini mereka (pemerintah) tidak hadir, kami yang hadir menghadapi Anda (kelompok radikal) dkk," ujarnya.

"Sekarang biar Anda dkk diurus negara," imbuhnya.

Dia juga berpesan kepada Banser dan akademisi untuk kembali ke pos masing-masing dan menyerahkan urusan radikalisme kepada pemerintah.

"Banser balik ke kandang dan akademisi balik ke kampus itu bukan karena gak kebagian jabatan," pungkasnya.

Bedah Rumah untuk Guru Ngaji, Ketua LPBI NU DKI: Program Prioritas untuk Umat

Halaman: 
Penulis : Nurman Abdul Rohman, Aurora Denata