logo


Pamit dari Jabatan Penasihat, Mahfud Ungkap Pengalaman dengan Sultan HB X, "Seperti Kawan Saja"

Simak berita selengkapnya

29 Oktober 2019 04:30 WIB

pose Mahfud MD (@mohmahfudmd)
pose Mahfud MD (@mohmahfudmd)

YOGYAKARTA, JITUNEWS.COM – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD berkomitmen terhadap kontrak jabatan yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada dirinya.

Mahfud memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatan lain di lingkungan pemerintahan, salah satunya berhenti menjabat sebagai Ketua Parampara Praja atau penasihat Sultan HB X.

“Karena saya sekarang sejak empat hari yang lau sudah diangkat menjadi Menteri Koordiantor Bidang Hukum dan Keamanan, maka saya resmi menghadap gubernur sore ini untuk menyampaikan informasi itu dan permohonan untuk nonaktif sampai habis masa jabatan saya,” ujar Mahfud usai menemui Gubernur DIY Sri Sultan HB X di Kantor Kepatihan, Yogyakarta pada Senin (28/10).


Jumlah Perempuan di Parlemen Sedikit, Anggota DPR RI: "Perempuan Punyai Hak dan Kesempatan yang Sama"

Mahfud menyebut telah memimpin Parampara Praja sejak 2016. Lembaga tersebut dibentuk sebagai dewan pertimbangan Gubernur DIY seusai lahirnya Undang-Undang Keistimewaan.

“Saya memimpin lembaga ini sudah lebih dari tiga tahun. Saya merasakan tentang daerah istimewa yang betul-betul istimewa,” katanya.

Meskipun berasal dari Madura, Mahfud dilibatkan sebagai dewan pertimbangan Sultan HB X. Hal itu lah keistimewaan yang dirasakan olehnya. Selain itu, Mahfud mengaku bisa mengenal lebih dekat Raja Keraton Yogyakarta yang dinilai sebagai sosok demokratis dan bersahaja.

“Saya pernah keluar negeri dengan beliau, juga biasa saja. Tidak ada jarak psikologis yang membedakan antara pemilik jabatan yang lebih tinggi dan pejabat struktural di bawahnya, seperti kawan saja,” jelas Mahfud sebagaimana dilansir dari Antara.

Polemik Usia Pimpinan KPK, Presiden Jokowi Minta Pertimbangan ke DPR

Halaman: