logo


Pengusaha Tempe Tahu Tak Mau Bergantung Pada Kedelai Impor

Pasokan kedelai impor mulai langka disebabkan kurs dolar Amerika Serikat (AS) yang kian menguat.

17 Maret 2015 11:18 WIB

ISTIMEWA
ISTIMEWA

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo), Aip Syarifudin meminta, kepada Pemerintah untuk segera melakukan swasembada pangan, khususnya kedelai. Pasalnya, sebagian kedelai yang ada di pasaran merupakan hasil impor.

Saat ini, menurut Aip, pasokan kedelai impor mulai langka disebabkan kurs dolar Amerika Serikat (AS) yang kian menguat. Oleh karena itu, pasokan kedelai dalam negeri sangat dibutuhkan terutama pada saat seperti ini.

Aip menjelaskan, sebenarnya kedelai lokal tidak kalah kualitasnya dengan kedelai impor, bahkan lebih baik. "Kedelai lokal lebih bagus kalau dibikin tahu, karena dia punya kulit lebih tipis. Lalu acinya lebih banyak, ketiga lebih harum, lebih legit. Kalau dimasak juga lebih cepat matang, jadi biaya produksi lebih sedikit makanya kedelai lokal ini dibutuhkan," ungkap Aip kepada wartawan, Jakarta.


Produksi Kedelai RI 2016 Turun 8,06%

Hanya saja, lanjut Aip, kedelai lokal tidak mampu bersaing karena kedelai impor harganya lebih murah. Selain itu, produksi kedelai lokal juga jauh menurun bila dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

"Waktu tahun 1990-an swasembada kedelai produksi dalam negeri hampir dua juta ton. Sekarang cuma bebarapa ratus ribu ton, jadi jauh turun. Karena tidak didukung pemerintah," tutup Aip.

Petani Ogah Tanam Kedelai, Ini Penyebabnya

Halaman: 
Penulis : Deni Muhtarudin, Ali Hamid