logo


Tertibkan Odong-odong di Jakarta, Polda Metro Jaya Pilih Jalur Persuasif

Simak berita selengkapnya

29 Oktober 2019 05:00 WIB

Odong-odong
Odong-odong GridOto

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Pengguna kendaraan khas berjuluk odong-odong kini bisa merasa bebas dari rasa was-was. Pasalnya, pihak kepolisian tak lagi melakukan razia khusus terhadap moda transportasi lintas zaman tersebut.

Kepala Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Komisaris, Fahri Siregar mengatakan bahwa penertiban kendaraan roda dua itu akan dilakukan oleh polisi melalui jalur persuasif.

"Kami maunya pendekatan persuasif. Kami akan melihat dari hasil pendekatan persuasif berupa sosialisasi itu kualitasnya baik dan masyarakat paham, kami tidak perlu melakukan tindakan (razia)," ujar Fahri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, dilansir dari Tempo pada Senin (28/10).


Kominfo Fokus Ciptakan 1000 Startup Digital, Hingga Fokus Bangun Infrastruktur Digital di Daerah 3T

Kendati demikian, Fahri mengatakan pihaknya akan tetap menilang odong-odong yang beroperasi di jalan raya.

Berdasarkan data yang telah dihimpun, jumlah odong-odong terbanyak saat ini berada di kawasan sekitar Jakarta Pusat.

"Seingat saya yang beroperasi di sekitar ruas jalan Jakarta Pusat itu banyak," ujar Fahri.

Sebelumnya, operasi razia atas odong-odong ini pernah dilakukan 2013. Operasi dilakukan Polda Metro jaya yang didukung Pemda DKI.

Beberapa catatan yang mendasarinya saat itu adalah modifikasi mobil dengan cara melepas pintu-pintunya dan kapasitas penumpang yang berlebihan serta surat izin kendaraan yang tak lengkap.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengungkapkan alasan pihaknya melarang odong-odong beroperasi di Jakarta lantaran untuk memastikan keamanan dan keselamatan bagi masyarakat.

"Agustus lalu sudah ada kecelakaan odong-odong dan mengakibatkan korban, kita tidak ingin kejadian ini kembali terulang," ujar dia.

Peringati Hari Sumpah Pemuda, Anies Baswedan Bicara Ketimpangan dalam Negara

Halaman: 
Penulis : Iskandar