logo


Tahun 2030 Indonesia Mengalami Bonus Demografi, Bambang Soesatyo: Peluang atau Ancaman?

Simak berita selengkapnya

28 Oktober 2019 15:46 WIB

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo.
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. twitter @DPR_RI

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengajak pemuda Indonesia berada dalam satu barisan memajukan Indonesia yang beradab dan berkeadilan. Bamsoet mengatakan bahwa pemuda selalu menjadi penggerak roda sejarah, tanpa peran aktif pemuda, Indonesia tak akan mampu berdiri tegak menyongsong pergerakan zaman. Dan sejarah telah mencatat hal tersebut.

"Terlebih bangsa kita sedang menikmati bonus demografi yang tinggi, disaat bangsa lain seperti Jepang justru mengalami penurunan. Bappenas memprediksi, pada 2030-2040 Indonesia akan mengalami masa bonus demografi, yakni jumlah penduduk usia produktif berusia 15-64 tahun lebih besar dibandingkan penduduk usia tidak produktif berusia dibawah 15 tahun dan di atas 64 tahun,” ujar Bamsoet di Jakarta, Minggu (27/10).

Politisi Partai Golkar ini menegaskan, besarnya jumlah penduduk tersebut selain menjadi peluang juga menjadi tantangan tersendiri bagi Bangsa Indonesia. Terutama terkait dengan ketersediaan lapangan pekerjaan, serta kebutuhan akan sandang, pangan dan papan.


Arif Wibowo Resmi Pimpin Garuda Indonesia

"Agar bonus demografi tak menjadi bencana sosial, maka akses dan peningkatan kualitas pendidikan menjadi kunci utamanya. Berbeda dengan masa perjuangan kemerdekaan dimana pemuda menghadapi penjajah dengan mengangkat senjata dan kontak fisik, di masa kini pemuda harus memiliki ilmu pengetahuan sebagai senjata utama menghadapi bangsa-bangsa lainnya," tuturnya.

Dalam hal ini, Bamsoet berharap sistem pendidikan yang akan diterapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang baru harus dapat lebih memajukan dunia pendidikan nasional. Sehingga, lanjut Bamsoet, bukan hanya bisa memperluas akses pendidikan kepada para pemuda, melainkan juga bisa membuat terobosan peningkatan kualitas pendidikan yang inovatif dan aplikatif di dunia modern saat ini.

Wahh, Usai RUPS 6 Direksi Garuda Dicopot

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Trisna Susilowati