logo


Rupiah Lemah, Harga Kedelai Diprediksi Naik 15 Persen

Setelah kelangkaan tersebut, kenaikan harga kedelai akan mencapai 10 hingga 15 persen.

17 Maret 2015 10:02 WIB

kedelai impor
kedelai impor

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dampak dari lemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS), membuat naiknya harga beberapa komoditas impor. Salah satunya adalah kedelai impor yang menjadi bahan baku untuk membuat tempe dan tahu.

Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo), Aip Syarifuddin mengungkapkan, sebelum harganya naik, akan diawali terlebih dahulu oleh kelangkaan.

"Otomatis mulai naik harganya, nanti mungkin. Tapi indikasi sekarang mulai agak langka. Karena kalau mau naik harga kedelai, emang gitu jadi langka," ungkap Aip kepada wartawan, Jakarta.


Prabowo Berapi-Api Ingatkan Generasi Milenial, Netizen Nangis!

Setelah kelangkaan tersebut, Aip memprediksi, kenaikan harga kedelai akan mencapai 10 hingga 15 persen. "Kenaikannya mungkin 5-10 persen. Tentu ini akan berpengaruh juga sama harga tempe dan tahu. Kenaikannya mungkin akan mengikuti," ujarnya.

Namun sebelum menaikkan harga tempe dan tahu, lanjut Aip, tentu para pengusaha mempunyai beberapa pertimbangan. Menurutnya, jika pengusaha tidak bisa bertahan dengan kenaikan kedelai, maka mereka akan memangkas margin keuntungannya demi menjaga minat pasar.

"Setelah itu, kami mencoba memperkecil ukuran. Lalu baru menaikan harga. Sekarang si belum naik, ya mungkin minggu-minggu depan kalau harga kedelainya tetep naik," pungkas Aip.

Aip pun berharap, agar Pemerintah segera melaksanakan swasembada pangan, khususnya kedelai. Hal itu agar Indonesia tidak terus bergantung kepada kedelai impor.

 

Dinilai Tak Wajar, Menteri Pertanian Diduga Bermain Polemik Impor

Halaman: 
Penulis : Deni Muhtarudin, Ali Hamid