logo


3 Kali Tolak Tawaran Jadi Menteri, Ini Alasan Tri Rismaharini

Simak berita selengkapnya

23 Oktober 2019 15:27 WIB

Walikota Surabaya Tri Rismaharini.
Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Istimewa

SURABAYA, JITUNEWS.COM – Para menteri yang akan mendampingi Presiden Joko Widodo di pemerintahan periode 2019-2024 telah dilantik pada hari ini (23/10). Mengambil tajuk Kabinet Indonesia Maju, Presiden Jokowi meyakini sosok yang berada di dalamnya dapat bekerja sesuai dengan harapan.

Ada beberapa menteri yang dipilih untuk menduduki jabatan yang sama seperti periode sebelumnya, di antaranya Sri Mulyani, Retno Marsudi, Siti Nurbaya Bakar. Ketiganya merupakan perempuan yang tetap dipertahankan Jokowi dalam kabinetnya. Tidak tercantumnya Susi Pudjiastuti dalam jajaran menteri kali ini sangat disayangkan oleh publik.

Ihwal kursi menteri, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengakui bahwa dirinya pernah mendapatkan tawaran untuk masuk dalam kabinet Jokowi-Ma’ruf.


Dibalik Kesuksesan Nadiem Makarim, Terdapat Sosok Cantik yang Hebat

"Pada bulan September, aku ketemu dengan Bu Mega (Megawati Soekarnoputri), aku ditawari untuk menjadi menteri. Tapi sudah aku sampaikan ke Ibu (Mega), aku ndak mau," tutur Risma kepada wartawan, di kediamannya di Jalan Sedap Malam, Surabaya, (23/10).

Penolakannya menjadi menteri, lanjut Risma, lantaran ingin menyelesaikan masa jabatannya sebagai Wali Kota yang tinggal satu tahun lagi. Risma mengaku sampai diminta Presiden RI ke-5 itu untuk memikirkan kembali tawaran tersebut.

"Ibu (Mega) saat itu bilang, jangan kesusu. Pokoknya, Ibu waktu itu minta jawaban awal Oktober," kata Risma.

Bukan hanya Megawati, menurut Risma, Ketua DPR RI Puan Maharini juga sempat mengajukan nama Risma. Namun lagi-lagi, Risma tetap tak mau diajukan sebagai menteri.

"Jadi waktu aku di Jerman, aku juga ditelepon (Puan Maharini). Mbak Puan tanya, 'Mbak, gimana jadi menteri?'. Aku jawab enggak. Saya mau selesaikan Surabaya dulu," jelas Risma.

Selain dua tokoh PDIP itu, Risma menyampaikan bahwa dirinya pernah ditawari juga oleh Jokowi saat menjabat presiden di periode pertamanya. Akan tetapi, sikapnya sama dengan keputusan yang diambil saat ini, yakni menolak tawaran menjadi menteri.

"Sebelumnya, di periode pertama (Presiden Jokowi) pernah ditawari, tapi aku enggak mau. Kalau Pilkada DKI kemarin, aku menolak duluan sebelum ditawari maju," pungkasnya.

Penggabungan Ekraf dan Pariwisata di Kabinet Jokowi, Anang Hermansyah: Salah Satu Sektor Akan Menjadi Anak Tiri

Halaman: