logo


Prabowo Jadi Menteri, Pendiri Lembaga Survei KedaiKopi: "PKS dan PAN Tidak Cukup Kuat Jadi Oposisi Pemerintah"

berikut penjelasannya

21 Oktober 2019 18:33 WIB

kabar24-bisnis.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Partai Gerindra secara resmi menyatakan diri siap membantu pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin. Sehingga, praktis hanya ada PKS dan PAN yang menjadi oposisi pemerintah.

Sebelumnya, Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, menghadiri undangan Jokowi di Istana Negara. Dirinya mengaku diminta Jokowi untuk menjadi menteri. Mantan Danjen Kopassus itu menyatakan kesiapan dirinya dalam bergabung dan bekerja dengan pemerintah.

Menanggapi hal tersebut, pengamat politik Hendri Satrio menyebut kondisi ini akan menjadi beban Jokowi. Pasalnya, PKS dan PAN dinilai tidak cukup kuat untuk menjadi oposisi pemerintah.


Bersedia Masuk Kabinet, Erick Thohir: Saya Rasa Lebih Banyak di Ekonomi

"Bebannya justru ada di Jokowi saat di pemerintahan tak ada kubu check and balance yang cukup kuat dalam aturan kuantitatif ya. Karena PKS dan PAN tidak cukup kuat mengimbangi tujuh parpol yang lain," ujar pendiri lembaga survei KedaiKOPI ini, Senin (21/10/2019).

Tapi di sisi lain, lanjutnya, Jokowi bisa lebih leluasa mewujudkan cita-cita kampanye.

Hendri mengatakan bahwa dalam keadaan seperti ini, masih ada tiga pihak lain yang bisa mengkritisi dan menyeimbangkan kekuatan pemerintah.

"Siapa yang bisa mengimbangi jika PKS dan PAN secara kuantitatif dinilai tidak terlalu kuat? Ada 3 elemen yang bisa jadi penyeimbang pemerintah. Pertama adalah akademisi, kemudian kedua aktivis kelas menengah termasuk mahasiswa di sana, kemudian ketiga adalah media massa," imbuh Hendri.

"Hal-hal itu yang akan jadi ujung tombak penyeimbang pemerintah ke depannya. Mudah-mudahan saja Pak Jokowi bisa menjalankan roda pemerintahan, mewujudkan mimpi kampanyenya tanpa harus mencederai arus demokrasi Indonesia," pungkasnya.

Batal Jadi Menteri, Bupati Minahasa Selatan Belum Sempat Temui Jokowi

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia