logo


Wow, Makanan Tempe Jadi Barang Langka

Mahalnya harga kedelai, membuat produksi tempe menurun.

16 Maret 2015 17:13 WIB

harga kedelai
harga kedelai

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Harga kedelai impor yang masih tinggi memberikan dampak yang luas kepada para pembuat tempe. Namun selain harganya yang mahal, pasokannya pun sangat terbatas.

"Ini saya dapatnya mahal sekali sekitar Rp 8 ribu per kilo. Selain itu dapatnya susah karena pemasoknya enggak punya barang (kedelai)," ungkap Kamto salah satu pembuat tempe di kawasan Parung, Bogor.

Mahalnya harga kedelai, menurut Kamto, membuat produksi tempe menurun. Kamto mengaku, menggunakan kedelai impor untuk membuat tempe karena hasil yang diperoleh lebih bagus.


“Mustahil Indonesia Mampu Tingkatkan Produksi Kedelai dalam 3 Tahun”

Selain pengrajin tempe, masyarakat lainnya pun ikut merasakan menurunnya produksi tempe. Sebut saja tukang sayur keliling, Azis Kurniadi. Menurutnya, saat ini tempe jadi barang yang langka di pasaran.

"Saya jualnya ke konsumen Rp 3 ribu per buah. Ini tadi di pasar harganya Rp 3 ribu, kalau saya mau naikin kasihan langganan. Lagipula tempe yang dijual jelek kualitasnya," tutur Azis.

Untuk itu, Azis pun mengakui, tidak jualan tempe karena harganya mahal. "Ini tempe langka. Kami tidak berani ambil karena mahal harganya, kecuali kalau pesanan kami berani ambil tapi sebelumnya dikasi tahu dulu kalau harga tempe lagi mahal," tutup Azis.

Produksi Kedelai RI 2016 Turun 8,06%

Halaman: 
Penulis : Deni Muhtarudin, Ali Hamid