logo


Pidato Presiden Tak Singgung Isu Korupsi, KPK Anggap Sudah Tersemat di Mimpi 2045

Simak berita selengkapnya

21 Oktober 2019 15:44 WIB

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang.
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma’ruf Amin yang sukses dilaksanakan kemarin masih diperbincangkan di berbagai kalangan. Terdapat beberapa momen yang menjadi sorotan publik, termasuk saat Presiden Jokowi berpidato.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang mencoba berprasangka baik terhadap pidato Presiden Jokowi. Diketahui saat sesi itu, sang kepala negara tak menyinggung isu pemberangusan korupsi.

Saut menilai Presiden Jokowi sudah memasukkan visi antikorupsi ketika menyebut cita-cita Indonesia tahun 2045.


Soal Jadi Menteri Jokowi, Wishnutama: Saya Bersedia

“Mimpi 2045 akan sulit tercapai kalau perilaku korup masih berlanjut." tutur Saut dalam keterangan tertulis, (21/10).

Materi pidato pelantikan Jokowi memang tak memuat isu pemberantasan korupsi. Akan tetapi pada tahun 2045, Jokowi bercita-cita Indonesia sudah bebas dari pendapatan kelas menengah.

Pada 100 tahun pasca kemerdekaan, Indonesia bisa jadi negara maju dengan pendapatan Rp320 juta per kapita, begitu harapan Jokowi.

Lebih lanjut, Saut mengatakan mimpi Indonesia 2045 sejahtera itu tak akan terwujud jika bila tindakan korupsi masih merajalela. Pimpinan KPK itu menganggap Jokowi sudah memiliki gambaran bahwa Indonesia juga harus minim korupsi pada 2045.

Ada beberapa langkah yang mesti dilakukan demi mewujudkan keinginan Jokowi di puluhan tahun mendatang. Dalam memperoleh skor IPK tinggi, Saut menyebut penataan pajak harus baik, begitu juga dengan pelayanan hukum, kepastian berusaha, perizinan dan tercapainya demokrasi tanpa politik uang.

"Kalau tidak, mimpi Indonesia 2045 bisa bergeser ke 2500,” tutupnya

Keluar dari Istana Bawa Map, Wishnutama: Masa Mau Tahu Isinya

Halaman: