logo


Jonan Ungkap Petrokimia Jadi Masa Depan Industri Migas

Sektor energi harus melakukan penyesuaian dan inovasi, salah satunya adalah sektor industri migas

21 Oktober 2019 10:59 WIB

ignasius jonan
ignasius jonan esdm.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Persaingan industri makin kompetitif, hal ini menuntut semua sektor energi harus melakukan penyesuaian dan inovasi, salah satunya adalah sektor industri migas. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Igenasius Jonan mendorong agar meningkatkan industri petrokimia sebagai salah satu industri hilir migas.

"Oil and gas masih penting, the future is petrochemical (petrokimia). Minyaknya dimanfaatkan untuk petrochemical, banyak turunan yang bisa dibikin dari minyak (bumi) tersebut," jelas Jonan awal pekan lalu (14/10) di Hotel Luwansa Jakarta.

Perubahan sudut pandang adalah keniscayaan, menurut Jonan dalam pengelolaan dan pemanfaatan migas haruslah punya dampak multiplier output perekonomian nasional.


Resmikan 170 Titik BBM Satu Harga, Ignasius Jonan: Kalau Bisa Dilanjutkan 500 Titik

Paradigma selama ini migas lebih dimandatkan sebagai bahan bakar bukan sebagai bahan baku petrokimia."Kultur kegiatan migas ini harus di-adjust," tegasnya.

Banyak usaha yang masih ketergantungan terhadap olahan migas, membuat industri petrokimia masih memiliki masa depan yang lebih cerah. Saat ini pemerintah sudah menugaskan kepada Pertamina untuk membangun refinery atau kilang pengolahan minyak bumi menjadi petrokimia. "Mau tau mau, suka tak suka, midstream kedepannya market-nya petrokimia," tuturnya.

Kapasitas pengelolahan petrokimia Pertamina saat ini hanya sebesar 700 kiloton pe annum (ktpa). Kapasitas pengelolahan ini akan bertambah secara bertahap seiring hadirnya dua kilang baru, yaitu Tuban dan Bontang, serta empat kilang eksisting hasil revitalisasi (kilang Balikpapan, Cilacap, Balongan dan Dumai). Jika sudah rampung 2026 nanti produksi Petrokimia Pertamina ditargetkan bisa mencapai sekitar 6.600 ktpa.

Sebagai regulator, Jonan mengungkapkan keterbukaan pemerintah terhadap segala mesukan konstruktif terhadap pengembangan industri migas.

"Pemerintah sendiri menerima masukan apa saja yang harus diperbaiki supaya industri ini tumbuh dengan baik. Yang lebih penting lagi ini supaya fairness-nya ada," pungkasnya.

Jonan Minta Industri Migas Belajar dari Sektor Telekomunikasi

Halaman: 
Penulis : Nurman Abdul Rohman