logo


Akui Heran dengan Pelantikan Presiden, Tengku Zul: Jangan Antikritik

Simak berita selengkapnya

21 Oktober 2019 04:00 WIB

Wakil Sekretaris Jendral Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain.
Wakil Sekretaris Jendral Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Acara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2024, Jokowi-Ma'ruf Amin telah selesai diselenggarakan. Dan Jokowi dan Ma'ruf Amin telah resmi menjabat sebagai presiden dan wapres dalam 5 tahun mendatang.

Meskipun seremonial pelantikan telah usai, kritikan mengenai acara pelantikan masih saja datang. Salah satunya, kritikan dari Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tengku Zulkarnain.

Baca Juga: Pelantikan Presiden Molor 1 Jam, Jubir Prabowo: Disiplin Waktu Itu Identitas Bangsa


Jokowi: Penyederhanaan Birokrasi Harus Terus Kita Lakukan Besar-besaran

Hadir di Pelantikan Jokowi, Sandiaga: Sekarang Kami Ingin Bersama-sama

Tengku Zul sapaan akrabnya mengaku heran dengan acara yang diselenggarakan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) tersebut.

Pasalnya, menurut Zul, pelantikan pejabat seharusnya dilaksanakan pada hari kerja bukan hari Minggu. Dan ia berpesan untuk menjadi tidak menjadi pemerintah yang antikritik.

"Apakah ada pelantikan Pejabat dilakukan di Hari Libur? Pelantikan Kepala Sekolah, Kepala Dinas, Kepala Rumah Sakit, Lurah, Camat, Walikota, Bupati, Gubernur, Ketua DPR/MPR dan lain-lain. Semua dilantik pada Hari Kerja, selama 74 tahun ini. Wajar jika banyak pihak heran. Jangan antikritik," jelas Tengku Zul yang dilansir dari Akurat.co, Minggu (20/10).

Sapa Prabowo dengan Pantun, Sastrawan Ini Kritik Bamsoet, "Pantun Kalian Selama Ini Menyimpang"

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata