logo


Sapa Prabowo dengan Pantun, Sastrawan Ini Kritik Bamsoet, "Pantun Kalian Selama Ini Menyimpang"

Simak berita selengkapnya

21 Oktober 2019 01:00 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyapa Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto di Sidang Paripurna Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024, Jokowi - Ma'ruf Amin, Minggu (20/10).

"Izinkan kami dari meja pimpinan majelis menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Bapak Prabowo dan Sandiaga Uno yang menerima hasil Pemilu 2019 dengan jiwa besar," ujar Bamsoet di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta.

Baca Juga: Rame Isu Prabowo Jadi Menhan, Ryamizar: Dia Kan Tujuannya...


Ketua MPR Sampaikan Pantun untuk Prabowo

Soal Nyi Roro Kidul Amankan Pelantikan Presiden, Netizen: Asyik, Pantai Selatan Aman Buat Renang

"Dari Teuku Umar ke Kertanegara
Dijamu nasi goreng oleh Ibu Mega
Meski Prabowo nggak jadi kepala negara
Tapi masih tetap berkuda dan lapang dada," bunyi pantun dari Bamsoet ke Prabowo.

Ternyata pantun tersebut mendapat tanggapan dari Sastrawan Ida Pandita Mpu Jaya Prema Ananda. Ia yang juga tokoh agama Hindu ini mengkritik pantun yang disampaikan oleh Bamsoet.

Menurutnya, pantun yang disampaikan Bamsoet menyimpang sehingga pimpinan MPR harus belajar membuat pantun terlebih dahulu.

Jelang Pelantikan Presiden, Prabowo: Seperti Pepatah Tiongkok....

"Untuk Ketua MPR dan segenap anggotanya yang mulia. Kalian perlu belajar bikin pantun. Yang mana disebut sampiran dan mana inti. Bagaimana dengan komponen bunyi dan berapa maskimum/minimum kata. Pantun-pantun kalian selama ini menyimpang," ucap Mpu Jaya yang dilansir dari Akurat.co, Minggu (20/10).

Jokowi: Penyederhanaan Birokrasi Harus Terus Kita Lakukan Besar-besaran

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata