logo


Noor Rachmad Dikabarkan Jadi Jaksa Agung, Pakar: Lelang Jabatan Saja

Pakar mengatakan bahwa Jaksa agung harus bebas dari konflik kepentingan

20 Oktober 2019 16:26 WIB

Noor Rachmad
Noor Rachmad Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Beredar kabar mantan Jampidum Noor Rachmad bakal menjadi Calon Jaksa Agung pada pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. Noor Rachmad diduga partisan PDIP Perjuangan.

Menanggapi hal tersebut, Pakar komunikasi politik Emrus Sihombing berharap Jokowi untuk mempertimbangkan suara bayak pihak yang berharap untuk tidak memilih Jaksa Agung yang tak terikat ataupun tak terafiliasi dengan partai politik (Parpol) tertentu untuk menghindari tendesi-tendensi politis.

Dia mengatakan bahwa Jaksa agung harus bebas dari konflik kepentingan karena karakteristiknya menjalankan fungsi penegakan hukum bagi semua warga negara.


Soal Jadi Menteri Jokowi, Fadli Zon: Nggak Lah

"Posisi Jaksa Agung ke depan harus diisi kalangan profesional, bisa karir atau non karier. Yang penting jangan terafiliasi dengan partai politik. Sebab sekalipun mengundurkan diri dari partai, secara yuridis memang tidak ada keterkaitan lagi. Tapi secara sosiologis dan psikologis tetap ada keterkaitan," ujarnya di Jakarta, Sabtu (20/10).

Dia menyebut Jaksa Agung harus orang profesional, dari eksternal atau internal kejaksaan, bisa mantan Jaksa sehingga bisa independen.

“Tetapi jangan seolah-olah profesional padahal hasil dorongan dari parpol. Kalau sumbernya dari parpol, dia nanti punya dua tuan yaitu presiden dan partai. Itu tak boleh," ujarnya.

Dalam hal ini, Emrus menganjurkan agar soal pemililihan jabatan Jaksa Agung, presiden Jokowi perlu diberikan kemerdekaan untuk menentukan.

Selain itu, ia juga mengusulkan untuk dilakukan lelang jabatan untuk mengisi posisi Jaksa Agung. Dengan sistem ini dia yakin Jaksa Agung diisi figur yang jauh lebih independen.

"Lelang jabatan saja, biar terbuka. Atau diserahkan kepada organisasi hukum, dipilih, kemudian dikirim 3-4 nama kepada presiden, kemudian presiden menentukan. Bisa bersumber dari dalam kejaksaan, atau dari luar yang benar-benar tidak berfiliasi dengan kekuatan politik, atau partai," pungkasnya.

Ketua MPR Sampaikan Pantun untuk Prabowo

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Raka Kisdiyatma