logo


Izinkan Aksi Unjuk Rasa, Kapolri: Nggak Boleh Demo Anarkis

Polri akan menindak bila aksi berujung anarkis

20 Oktober 2019 13:54 WIB

Kapolri Tito Karnavian
Kapolri Tito Karnavian Dok. NTMC Polri

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Polri mengizinkan adanya aksi unjuk rasa usai hari pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.

"Sepanjang demo damai (diizinkan), kita juga kan ikuti aturan yang ada. Yang nggak boleh kan demo anarkis," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian di lapangan Graha Jala Puspita, Jakarta Pusat (Jakpus), Minggu (20/10).

Tito mengatakan bahwa unjuk rasa merupakan hak tiap warga negara. Akan tetapi, pihaknya akan menindak bila aksi berujung anarkis.


Penusuk Wiranto Berharap Ditembak Mati, Polisi: Jihadnya Berhasil

"Itu hak warga negara untuk sampaikan pendapat. Yang nggak boleh anarkis, kita tindak. Kalau ada yang anarkis, kita tindak secara proporsional," tegas Tito.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya tidak menerbitkan STTP bagi kelompok-kelompok yang ingin memobilisasi massa dengan tujuan unjuk rasa menjelang dan saat hari pelantikan Jokowi.

"(Indonesia) bukan (negara) yang kacau, rusuh seperti di Afghanistan, Suriah dan lain-lain. Untuk bisa menunjukan itu, momentum (pelantikan Presiden) ini akan jadi momentum internasional, semua media melihat dan mata internasional akan melihat. Kita tidak ingin menanggung resiko bangsa kita dicap buruk," ujar Tito usai apel kesiapan pasukan TNI-Polri di Monas, Jakpus, Kamis (17/10).

Meski Aksi Demo Tak Dilarang Jokowi, PDIP Dukung Polri Tak Berikan STTP

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata