logo


Pelantikan Presiden Jatuh Hari Minggu, Mahasiswa Katolik: Tindakan Intoleransi

Simak berita selengkapnya

19 Oktober 2019 15:36 WIB

Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Senin (30/9).
Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Senin (30/9). Dok. Biro Pers Istana

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Saumlaki, Maluku, Yonas Batyol menanggapi pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 Jokowi-Ma'ruf yang jatuh pada hari Minggu, (20/10) besok.

Menurutnya, hari Minggu merupakan hari yang sakral untuk penganut agama Kristiani dan juga hari ibadah.

Baca Juga: Kementerian PUPR Adakan Turnamen Gate Ball, Anita: Ada Strategi dan Fokus pada Permainan Ini


Tanggapi Isu Ritual Pengamanan Pelantikan Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani: Itu Bukan Inisiatif MPR

Jelang Pelantikan Presiden, MS Kaban: Wajah Gedung DPR/MPR Tampak Menyeramkan

"Hari Minggu adalah hari yang sakral untuk penganut agama Kristiani, dan merupakan hari beribadah dan beristirahat bagi seluruh penganut agama Kristiani, dan hari libur nasional," ujar Yonas yang dilansir dari Gatra.com, Jumat (18/10).

Pihaknya mengangap pelantikan tersebut sebagai sebuah tindakan intoleransi dan mencoreng keberagaman yang ada di Indonesia.

"Kalau pelantikan tetap dilaksanakan pada hari Minggu, maka PMKRI Saumlaki menganggap bahwa tindakan itu mencoreng keberagaman di Indonesia dan merupakan tindakan intoleransi. Kami siap melaksanakan aksi besar-besaran untuk menentang pelantikan tersebut," pungkasnya.

Terkait Isu Dukun Amankan Pelantikan Presiden, Ngabalin: Jokowi Sangat Membumi

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata