logo


Begini Cara Kemenperin Genjot Daya Saing Industri

Kemenperin akan mengambil langkah strategis untuk merealisasikan hal ini.

17 Oktober 2019 16:41 WIB

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memberikan pemaparan ketika menjadi pembicara pada Trade Tourism and Investment Seminar 2019 di BSD City, Tangerang, Kamis (17/10).
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memberikan pemaparan ketika menjadi pembicara pada Trade Tourism and Investment Seminar 2019 di BSD City, Tangerang, Kamis (17/10). dok. Kemenperin

TANGERANG, JITUNEWS.COM - Sektor manufaktur adalah penyumbang terbesar nilai ekspor nasional. Hal ini mendorong kementerian Perindutrian (Kemenperin) untuk fokus menggenjot daya saing pada sektor tersebut. Hal ini dilakukan agar industri manufaktur bisa lebih kompetitif di kancah global.

Kemenperin akan mengambil langkah strategis untuk merealisasikan hal ini. Kemenperin juga akan menggandeng seluruh pemegang kepentingan agar senergi bisa dilaksanakan.

“Salah satu yang perlu diperbaiki adalah supply chain-nya, terutama terkait dengan tumbuhnya industri-industri hulu. Contohnya, di industri makanan dan minuman, yang hulunya adalah sektor pertanian, baik itu yang berbasis kakao atau lainnya,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto seusai menjadi pembicara pada Trade Tourism and Investment Seminar 2019 di BSD City, Tangerang, Kamis (17/10).


Fokus Pada Industri Elektronika dan Telematika, Kemenperin Terus Menggali Potensi

Airlangga menyebutkan pihaknya juga akan melakukan harmonisasi tarif pada sektor-sektor yang menjadi andalan. Misalnya untuk lebih menguatkan struktur industri tekstil dan produk tekstil (TPT).

“Dari hulu sampai hilir, value chain kita di sektor ini sudah lengkap dibanding Vietnam yang hanya kuat di hilir,” ujarnya.

Manufaktur Berhasil Sumbangkan 75 Persen Nilai Ekspor Nasional

Halaman: 
Penulis : Nurman Abdul Rohman