logo


Pengajuan Banding Chuck Suryosumpeno Ditolak, Pengacara: Majelis Hakim Masih Bisa Keliru

Simak berita selengkapnya

17 Oktober 2019 15:44 WIB

Chuck Suryosumpeno
Chuck Suryosumpeno Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Eks jaksa senior Chuck Suryosumpeno kembali melakukan upaya hukum yaitu melakukan upaya peninjauan kembali setelah Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta menolak upaya bandingnya.

Kuasa hukum Chuck Suryosumpeno, Sandra Nangoy mengatakan putusan PT Jakarta diharapkan tidak membuat para jaksa yang diduga mengkriminalisasi kliennya jumawa.

“Para jaksa penyidik, Penuntut Umum maupun Jaksa Agung Prasetyo jangan jumawa dulu, karena putusan PT Jakarta bukanlah akhir segalanya. Putusan PT tidak berarti perkara ini menjadi inkraht," ujar Sandra di Jakarta, Kamis (17/10).


375 Hari Jelang PON 2020, Kemenko PMK Harapkan Penyelenggaraannya Berlangsung Baik

Dalam hal ini, Sandra mengutip pernyataan Prof Satjipto Rahardja, bahwa mereka yang kalah di Pengadilan belum tentu salah. Dan yang menang di Pengadilan belum tentu benar.

Sandra mengutarakan bahwa pihaknya optimistis Mahkamah Agung dapat membatalkan putusan tersebut.

“Artinya, majelis hakim masih bisa keliru," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Lokataru Foundation, Haris Azhar ikut mengomentari putusan tersebut.

Menurutnya majelis hakim yang diketuai oleh Hakim Daniel Dalle Pairunan dengan anggota I Nyoman Adi Juliasa dan Achmad Yusak belum memberikan perlindungan hukum kepada para pencari keadilan seperti Chuck.

Ia menduga Pengadilan Tinggi Jakarta tidak memeriksa secara teliti berkas banding yang diajukan Chuck.

“Saya rasa majelis tidak memeriksa berkas secara teliti, karena kasus Chuck ini harus diteliti oleh majelis hakim yang teliti, cerdas dan sudah belajar tentang pemulihan aset. Mungkin majelis hakimnya tidak mau ambil resiko, dan mau main aman saja.” kata Haris.

Haris menambahkan bahwa hakim PT yang menangani kasus mantan Kepala Pusat Pemulihan Aset ini seperti ketakutan bila menyatakan bahwa Chuck tidak bersalah karena yang dihadapi oleh Chuck adalah Jaksa Agung.

“Yang menjadi pertanyaan adalah seberapa cermat majelis hakim menilai subjektivitas alat bukti, pernyataan saksi fakta dan pendapat ahli. Karena hal ini terkait sangat erat dengan independensi, kejujuran, kepahaman dan imparsialitas terhadap perkara," lanjut dia.

"Jika ada kealpaan, kami bisa mendorong untuk melaporkan para hakim tersebut ke Komisi Yudisial dan Badan Pengawas,” pungkasnya.

Puan Maharani Imbau Masyarakat Ikut Sukseskan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Iskandar