logo


Pengamat: Afiliasi Politik Berbeda, Islah PPP Mustahil

Islah partai berlambang ka'bah itu harus selesai pada bulan Maret atau April mendatang

16 Maret 2015 14:17 WIB

Pengamat politik Gun gun Heryanto
Pengamat politik Gun gun Heryanto

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Islah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bakal sulit terlaksana akibat kedua kubu sama-sama ingin menguasai partai. Selain itu, kedua kubu juga memiliki afiliasi politik yang berbeda.

"Yang paling sulit adalah menentukan ketum, karena masing-masing punya ego dan keinginan mengendalikan basis partai," ujar pengamat politik Gun gun Heryanto di Jakarta, Senin (16/3).

Menurut Gun gun, kedua kubu memiliki ego masing-masing. Apalagi bila islah terbentuk, keduanya harus mengakomodir kepentingan-kepentingan dan kepengurusan satu sama lain. Hal itu tentunya sulit terjadi mengingat keduanya berbeda kepentingan.


Koalisi Indonesia Bersatu Persilakan Partai Lain untuk Gabung

"Kendala tersebut akan berpengaruh pada pencalonan Pilkada serentak mendatang," imbuhnya.

Gun gun juga mengatakan, Islah partai berlambang ka'bah itu harus selesai pada bulan Maret atau April mendatang, pasalnya pada akhir tahun ini, agenda politik nasional seperti pilkada serentak akan berlangsung.

Masih menurut Gun gun, saat ini kedua kubu di PPP tidak bisa sesumbar mengklaim siapa yang diakui oleh negara. Pasalnya, kedua kubu hingga saat ini belum terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Sebelumnya memang kubu romi mendapat surat pengesahan dari Kemenkumham, namun surat pengesahan tersebut dinyatakan ilegal oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Sebut Zulhas Kuatkan Posisi KIB di Pemilu 2024, PPP: Tiga Ketua Umum Ada di Kabinet

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan