logo


Manufaktur Berhasil Sumbangkan 75 Persen Nilai Ekspor Nasional

Berikut Ulasannya

16 Oktober 2019 18:25 WIB

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto\n\n
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dok. Kemenperin

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerin Perindustrian (Kemenperin) mencatat industri pengolahan penyumbang nilai ekspor terbesar nasional. Dari catatan Kemenperin sektor ini berhasil menyumbang nilai ekspor hingga USD93,7 miliar atau menyumbang 75,51 persen terhadap total ekspor nasional yang mencapai USD124,1 miliar.

Pencapaian ini berhasil diraih antara periode Januari-September 2019. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan data ini memperlihatkan bahwa nilai ekspor nasional tidak bertumpu pada ekspor komuditas saja.

“Jadi, kontribusi sektor industri manufaktur lebih dari 75 persen tersebut, mematahkan bahwa ekspor nasional kita tidak sepenuhnya komoditas. Artinya, peran hilirisasi industri dalam meningkatkan nilai tambah juga berjalan dan produk kita kompetitif di kancah global,” kata ujar Airlangga di Jakarta, Rabu (16/10).


Manufaktur Global Melempem, Indonesia Makin Moncer

Volume ekspor nasional secara kumulatif meningkat 7,57 persen di periode yang sama tahun 2018 sebanyak 448,2 juta ton menjadi 482,1 juta ton pada periode yang sama di tahun ini (data BPS).

Lonjakan ini terjadi karena peningkatan volume ekspor non migas sebesar 9,9 persen atau 462 juta ton hingga kuartal III-2019.

Sepuluh produk yang berperan besar atas pencapaian tersebut diantaranya diperoleh dari sektor industri lemak dan minyak hewan/nabati; mesin/peralatan listrik; kendaraan dan bagiannya; besi dan baja; serta perhiasan/permata;

Fokus Pada Industri Elektronika dan Telematika, Kemenperin Terus Menggali Potensi

Halaman: 
Penulis : Nurman Abdul Rohman
 
×
×