logo


Prabowo Makin Lengket dengan Jokowi, PA 212: Pengkhianatan di Saat Harta Benda Kami Belum Kembali

Simak berita selengkapnya

16 Oktober 2019 17:30 WIB

Prabowo Subianto dan Joko Widodo bertemu di Istana Kepresidenan, JUmat (11/10/2019)
Prabowo Subianto dan Joko Widodo bertemu di Istana Kepresidenan, JUmat (11/10/2019) Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin menanggapi kemesraan yang semakin terlihat antara Prabowo Subianto dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Prabowo sudah bertemu dan tertawa dengan Jokowi di saat-saat mendekati pelantikan dan rakernas untuk penyusunan kabinet Jokowi-Ma'ruf," jelas Novel di Jakarta, Senin (14/10).

Baca Juga: Putri Gusdur Kriitisi Jokowi, "Kami Gak Lihat Ketegasan Beliau"


Disebut Makmum Masbuk oleh PKB, Ini Tanggapan Gerindra

Disebut-sebut Masuk Kabinet Jokowi, Anak Habibie: Saya Siap Dimanapun

Novel menegaskan bahwa pihaknya tidak mendukung Prabowo rekonsiliasi dengan pemerintah. Bahkan, ia menyebut Prabowo telah melakukan pengkhianatan di saat para pendukungnya mengorbankan harta, benda, dan jiwanya.

"Sikap kami sudah jelas dari PA 212 tidak mendukung rekonsiliasi terhadap kemunkaran, yaitu pemerintah yang masih zalim, curang, kriminalisasi ulama," ujar Novel.

"Prabowo sudah jelas berkali-kali benar-benar melakukan pengkhianatan terhadap pemilihnya di saat air mata kami belum kering, kuburan yang wafat masih basah. Harta benda kami belum kembali, tenaga kami masih terkuras, juga ulama kami masih menjadi korban politik munkar ini," imbuhnya.

UAS Mundur dari PNS, Hendriyanto: Bukan Karena Politik, Jadwal Ceramahnya Sudah Banyak

Ia pun mengungkapkan kini pihaknya mencoba menghibur diri bahwa Prabowo saat ini masih memperjuangkan cita-cita para pendukungnya dan bisa diselesaikan ke depannya.

"Namun, kami mencoba menghibur hati kami bahwa dengan silaturahminya Prabowo masih memperjuangkan apa yang selama ini kami perjuangkan sehingga bisa tuntas ke depan," tandasnya.

Gerindra Merapat ke Pemerintah, Pengamat: Bisa Jalankan Politik Koalisi-Kritis

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata