logo


Waspada! Ternyata Benda yang Paling Kuat dan Berbahaya di Bumi adalah Plastik

berikut penjelasannya

16 Oktober 2019 20:09 WIB

http://www.tatkala.co/wp-content/uploads/2016/06/plastik-1024x570.jpg
http://www.tatkala.co/wp-content/uploads/2016/06/plastik-1024x570.jpg
dibaca 763 x

Plastik salah satu material yang tidak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari kita, dimanapun kita berda kita selalu menemukan atau menggunakan sesuatu yang terbuat dari plastik. Banyak sekali benda-benda mainan hingga perabotan rumah tangga yang terbuat dari plastik. Bahkan banyak sekali jenis makanan atau minuman yang menggunakan plastik sebagai kemasan atau wadahnya.
Karena salain praktis dan desain kemasannya menarik plastik banyak digamari oleh masyarakat. Padahal dampak negatif dari plastik itu sangat buruk sekali bagi semua kehidupan dan juga bumi kita.

Plastik memiliki sifat sulit terdegradasi (non-biodegradable). Plastik diperkirakan membutuhkan waktu 100 hingga 500 tahun untuk dapat terurai. Bahkan ada penelitian yang menyebutkan bahwa sampah plastik bisa terurai oleh tanah dalam waktu 1.000 tahun lamanya. Diperkirakan 500 juta sampai 1 milyar kantong plastik digunakan penduduk dunia dalam 1 tahun, ini berarti ada sekitar 1 juta kantong plastik per menit. Untuk membuatnya dibutuhkan 12 juta barel minyak per tahun dan 14 juta pohon di tebang.


Muncul di PlayStation 5, God of War Terbaru Bakal Lebih Dahsyat

Limbah berupa plastik dapat mencemari air, tanah dan udara.                   

                                            

Apabila sampah plastik dibakar partikel beracun plastik pun dapat terlepas terbang ke udara dan menjadi dioksin di udara, bila manusia menghirup dioksin ini manusia akan rentan terhadap berbagai penyakit diantaranya Kanker, gangguan sistem syaraf, hepatitis, pembengkakan hati dan gejala depresi.

                                                      

Jika plastik yang kita gunakan di buang ketanah begitu saja dampaknya partikel-partikel dari plastik dapat meresap kedalam tanah dan membunuh hewan-hewan pengurai tanah seperti cacing. Sehingga wajar saja apabila tingkat kesuburan tanah bisa berkurang.

     

Pembuangan sampah plastik secara sembarangan di sungai-sungai akan mengakibatkan penyumbatan aliran sehingga sangat memungkinkan jika terjadi banjir ketika hujan turun. Penyumbatan saluran air di sungai juga dapat menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk dan serangga berbahaya lainnya, seperti nyamuk BDB dan Malaria, sehingga menimbulkan penyakit dan kualitas air dilingkungan akan semakin memburuk karena banyaknya sampah plastik yang mengandung zat kimia dimana akhirnya akan meracuni air yang biasa nya dijadikan air minum atau untuk mandi dalam sehari-hari.

Tanpa sepengetahuan kita, pabrik pembuatan plastik untuk membuat plastik menggunakan lebih dari 100 jenis bahan kimia yang sangat beracun. Zat-zat kimia tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan kita. Plastik sangat berbahaya jika digunakan untuk membungkus atau menjadi kemasan pada makanan. Justru makanan dalam kemasan adalah benda yang paling riskan karena dikonsumsi oleh manusia.

  

Kerusakan terhadap alam yang diakibatkan plastik bukan lah hal yang sepele. Dalam bulan Juni 2006 saja, PBB telah memperkirakan terdapat 46,000 sampah plastik per mil mengambang di lautan. Bisa di bayangkan berapa banyak sampah yang bertambah selama 13 tahun kemudian yaitu pada 2019. Setiap tahun, plastik telah membunuh hingga 1 juta burung laut, 100.000 mamalia laut dan ikan-ikan yang tidak terhitung jumlahnya. Bahkan tidak sedikit biota laut yang terjerat oleh sampah plastik hingga akhirnya harus mati mengenaskan.

         


Tidak jarang kita mendengar atau melihat sampah plastik berada di dalam perut hewan yang telah mati. Bila kita tidak mulai mengubah gaya hidup dan ketergantungan kita terhadap plastik, lingkungan sekitar kita akan semakin hancur dan cepat lambat kehancuran tersebut akan mempengaruhi hidup kita.

                                                 
Terus gimana, dong?. Kita memang tidak mungkin bisa menghapuskan penggunaan kantong plastik 100%, tetapi yang paling memungkinkan adalah dengan memakai ulang plastik (reuse), mengurangi pemakaian plastik (reduce), dan mendaur ulang (recycle).

Ditulis oleh: Dede Satria

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

Pegulat WWE yang Berani Mencicipi Dunia MMA

Halaman: 
Admin : Tino Aditia