logo


Dibandingkan Era Ahok, Survei: KJP Versi Anies Baswedan Lebih Memuaskan

Simak berita selengkapnya

15 Oktober 2019 16:48 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi. dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Anies Baswedan baru saja menorehkan prestasi di masa jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Pasalnya, hasil survei menunjukkan jika program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus versinya dianggap lebih baik ketimbang versi pendahulunya, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Perbedaan KJP dan KJP plus terletak dalam hal pencairan dana bantuan. KJP era Ahok, bantuan tak dapat dicairkan dalam bentuk uang tunai demi meminimalisir penyalahgunaan. Sedangkan KJP Plus era Anies, bantuan dapat dicairkan dalam bentuk uang tunai.

Deputi Direktur Eksekutif Populi Center, Afrimadona, menyatakan KJP Plus versi Anies Baswedan dapat memuaskan masyarakat. Tercatat 70 persen dari 600 responden yang ditanyai pada 9 hingga 18 September lalu, menyatakan kepuasannya


Bukan Jakarta, Gak Disangka Kota Ini Dinobatkan Sebagai Kota Termacet di Indonesia

"Sebanyak 70 persen masyarakat menyatakan puas dengan konsep KJP Plus saat ini," ujar Afrimadona dalam pemaparan hasil survei di Slipi, Jakarta Barat, dilansir dari Tempo, (14/10).

Kepuasan masyarakat terhadap program KJP Plus versi Anies, lanjut dia, juga terlihat ketika Populi membagi responden menjadi dua, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

Dalam kelompok eksperimen, Populi menyebutkan nama pembuat kebijakan sementara dalam kelompok kontrol tidak disebutkan.

"Dalam survei dengan metode eksperimen (menyebutkan nama gubernur pemilik kebijakan, yakni Ahok dan Anies), 55 persen masyarakat menyatakan KJP Plus lebih tepat dibandingkan KJP era Ahok yang hanya mendapat 34,3 persen suara," ujarnya.

Berbanding terbalik dalam metode survei kontrol, yakni tanpa menyebut nama gubernur pemilik kebijakan, KJP era Ahok terbukti unggul. KJP Plus milik Anies memperoleh 45 persen, sementara KJP era Ahok mendulang 46 persen.

Cara acak bertingkat (multistage random sampling) digunakan untuk memilih responden. Penyebaran responden juga dilakukan secara proporsional dan merata di 6 kabupaten dan kota administratif di DKI Jakarta.

Adapun margin of error dalam survei ini adalah 4.00 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

"Responden dipilih secara random dan bertingkat, mulai dari pengacakan untuk Kelurahan, Rukun Tetangga, Keluarga, dan akhirnya responden terpilih," kata Afrimadona.

Afrimadona menerangkan setiap kelurahan terpilih dialokasikan 10 responden dari dua RT. Proporsi gender laki-laki dan perempuan yang ditentukan adalah 50:50. Besaran sampel tiap wilayah dialokasikan sesuai dengan proporsi penduduk yang mempunyai hak pilih dari data KPU RI. Hal tersebut guna menjamin distribusi sampel yang memadai.

Berdasar Survei Kinerja Anies Lebih Baik daripada Ahok, Netizen: Selamat Melanjutkan Mimpi Buruk

Halaman: 
Penulis : Iskandar