logo


Terus Berikan Bantuan Modal Usaha, Kemenkop: Harapannya Sektor Riil Berkembang di Masyarakat

Simak berita selengkapnya

15 Oktober 2019 12:13 WIB

Sekretaris Kemenkop dan UKM Prof Rully Indrawan saat meresmikan Unit Toko Bangunan ke-4, Minimarket ke-3 dan Grosir Warung BMI ke-2 di Kota Serang, Banten
Sekretaris Kemenkop dan UKM Prof Rully Indrawan saat meresmikan Unit Toko Bangunan ke-4, Minimarket ke-3 dan Grosir Warung BMI ke-2 di Kota Serang, Banten Jitunews/Khairul

SERANG, JITUNEWS.COM - Kementerian Koperasi dan UKM akan terus memberikan bantuan perkuatan modal usaha melalui pinjaman/pembiayaan dana bergulir dari LPDB-KUMKM kepada pelaku usaha Indonesia.

Sekretaris Kemenkop dan UKM Prof Rully Indrawan berharap bantuan dana pinjaman pemerintah ini dapat mendororong peningkatan sektor riil.

Baca Juga: Diundang di Pelantikan Presiden, Sandiaga: Saya Merasa Sangat Tersanjung


Gelar Penyuluhan Perkoperasian, Kemenkop Berharap Nilai Tambah Hasil Produksi Meningkat

Perut Wiranto Tak Berdarah Saat Ditusuk, Ini Penjelasan dari Dokter

“Dengan demikian diharapkan sektor riil berkembang di masyarakat terutama para anggota koperasi,” kata Rully saat meresmikan Unit Toko Bangunan ke-4, Minimarket ke-3 dan Grosir Warung BMI ke-2 di Kota Serang, Banten, Senin (14/10).

Selain itu, Rully juga berharap penyaluran dana bergulir ke depan fokus menyasar koperasi, kelompok usaha pemula di kampus-kampus, pesantren, petani, peternak dan UKM kelompok ibu-ibu.

“Provinsi Banten ini bisa jadi percontohan untuk pesantren sehingga kegiatan ekonomi pesantren kita kembangkan,” tuturnya.

Dalam hal ini, Rully mengapresiasi pembangunan usaha yang dilakukan oleh Kopmen BMI. Diketahui  Kopmen BMI lahir dari kebutuhan para anggota koperasi yang telah ada terdahulu yaitu Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) dan masyarakat sekitar yang ingin melakukan usaha di bidang retail dan grosir.

“Model pengembangan usaha yang telah dilakukan oleh Kopmen BMI ini dapat dijadikan model bagi koperasi-koperasi lain dalam memberi pelayanan kepada anggotanya,” tuturnya.

Terpasang 200 kWp, PLTS Ile Ape Mampu Hemat Anggaran PLN Hingga Rp115 Juta

Dia menegaskan bahwa tujuan dari koperasi adalah untuk mensejahterakan anggota.

Oleh karena itu kata dia, dengan adanya usaha ritel dan dan grosir BMI tersebut, diharapkan segala keperluan anggota dapat disediakan oleh koperasi dengan harga yang kompetitif dan kualitas yang baik.

“Saya berharap usaha yang telah dilakukan oleh pengurus dan anggota koperasi untuk mengembangkan usaha ritel dan grosir ini dapat lebih ditingkatkan di kemudian hari,” pungkasnya.

 

Dengan S-PIRT, Kemenkop Dorong Standarisasi Produk UKM

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Nugroho Meidinata