logo


Pilwakot Solo, Politisi PSI: Kalau Dibilang Dinasti, Ya Ini Dinasti

Simak berita selengkapnya

15 Oktober 2019 10:45 WIB

Gibran dan Rudyatmo
Gibran dan Rudyatmo Tagar

SOLO, JITUNEWS.COM – Gibran Rakabuming Raka sempat menyampaikan keinginannya maju untuk turut serta di kontestasi Pilkada atau Pilwalkot Surakarta.

Belakangan ini santer terdengar kabar jika putra FX Hadi Rudyatmo, Rheo Fernandez, yang merupakan kader PDIP yang diwacanakan mendampingi Gibran.

Seakan mengulang kesuksesan PDIP di Pilkada Solo 2005 dan 2010, saat itu partai logo banteng berhasil mengantarkan Joko Widodo-FX Hadi Rudyatmo ke kursi kepemimpinan Kota Solo.


Tak Libatkan KPK dalam Pemilihan Menteri, ICW: Publik Menilai Jokowi Tidak Akan Konsisten

Kini giliran anak mereka yang digadang-gadang akan bersanding di Pilkada 2020 mendatang.  Wacana itu ditanggapi oleh pendukung Gibran. Pegiat Forum Muda Visioner, Guntur Wahyu Nugroho, mengatakan kehadiran nama Rheo harus diperhitungkan

"Ini saatnya teman-teman muda tampil. Makin banyak calon-calon muda visioner yang dimunculkan dan dipanggungkan, kita makin punya banyak calon pemimpin di masa depan," kata Guntur sebagaimana dilansir dari Detik, (15/10).

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) selaku pendukung Gibran, tidak mempersoalkan sosok Rheo. Malahan, anak Rudy itu dinilai bisa menjadi pilihan baru. Diketahui sebelumnya hanya pasangan tunggal Achmad Purnomo-Teguh Prakosa yang diajukan oleh DPC PDIP Surakarta

"Ini bisa menjadi solusi bagi partai untuk mengusung anak muda. Walaupun tentunya kami masih perlu uji, bagaimana sosok Mas Rheo, bagaimana cara pandang beliau tentang Solo," ujar politisi PSI Surakarta, Antonius Yogo Prabowo.

Dia menyebut akan lebih mengutamakan sosok yang mampu bersikap profesional. Sebaliknya, akan mengesampingkan anggapan politik dinasti karena Rudy saat ini menjabat Wali Kota sekaligus Ketua DPC PDIP Surakarta.

"Kalau dibilang dinasti, ya ini dinasti. Tapi seperti Mas Gibran, selama ini kami melihat beliau tidak pernah mendapatkan pesanan katering dan sebagainya selama Pak Jokowi menjabat. Maka kami sepakat melepaskan latar belakang orang tuanya dulu," tukasnya.

Jokowi Tak Libatkan KPK dalam Penyusunan Kabinet, Laode: "Kita Berharap Beliau Cukup Paham..."

Halaman: 
Penulis : Iskandar
 
×
×