logo


Kemenko PMK Gelar Lokakarya Peningkatan Peran Pelaku Seni dalam Pemajuan Kebudayaan

Kebudayaan harus menjadi pondasi dari setiap kebijakan pembangunan yang dilakukan di Indonesia.

15 Oktober 2019 10:16 WIB

Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) I Nyoman Shuida
Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) I Nyoman Shuida Dok. Kemenko PMK

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) I Nyoman Shuida membuka Lokakarya Peningkatan Peran Pelaku Seni dalam Pemajuan Kebudayaan di Jakarta (14/10). Hadir dalam lokarya tersebut antara lain Kementerian/Lembaga terkait, Perguruan Tinggi, Komunitas Pelaku Seni, dan Pemerintah Daerah.

Nyoman Shuida dalam pembukaan menyampaikan Penyebaran arus globalisasi menjadi suatu hal yang tak terelakkan dewasa ini. Perkembangan globalisasi memiliki dampak positif dan juga negatif.

"Arus budaya asing yang masuk dan menyebar, turut mengikis nasionalisme terhadap budaya sendiri," kata Nyoman.


Kemenko PMK Serah Terima 40 Ribu Rumah Korban Gempa NTB

Terkait dengan hal tersebut, Kebudayaan harus menjadi pondasi dari setiap kebijakan pembangunan yang dilakukan di Indonesia. Kebudayaan memiliki peran strategis bagi sebuah bangsa.

Seperti diketahui Pemerintah telah menerbitkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan untuk mempertahankan budaya nasional sebagai jati diri bangsa Indonesia. Unsur kebudayaan yang menjadi sasaran utama pemajuan kebudayaan disebut sebagai objek pemajuan kebudayaan. Undang-Undang No. 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, Pasal 5 menyebutkan 10 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK), dimana salah satunya adalah Seni.

"Upaya pelindungan, pemanfaatan,pengembangan, dan pembinaan terkait Objek Pemajuan Kebudayaan, termasuk Seni, merupakan tugas dan tanggung jawab bersama, baik pemerintah maupun non-pemerintah. Diperlukan adanya peran dan sinergi seluruh pengambil kebijakan dan pemangku kepentingan di bidang kebudayaan, salah satunya adalah Pelaku Seni," kata Nyoman.

Lokakarya yang berlangsung selama sehari tersebut diisi dengan narasumber antara lain Koalisi Seni Indonesia, Yustina Heni; Kabid Produk Seni dan Budaya, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kota Bandung, Jawa Barat, Sigid Iskandar; Kasubdit Edukasi Ekonomi Kreatif, Bekraf, Muhammad Amin; dan Direktur Kesenian, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Restu Gunawan.

Koalisi Seni Indonesia mengangkat tema Tantangan dan peluang pelaku seni dalam Pemajuan Kebudayaan. Sementara itu Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kota Bandung memaparkan mengenai Peran dan langkah strategis yang telah dilakukan masing-masing OPD di Kota Bandung dan pihak lainnya (masyarakat) dalam peningkatan peran pelaku seni.

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mengusung tema Peningkatan Kapasitas Pelaku Seni dalam Ekosistem Ekonomi Kreatif. Terakhir Kemendikbud melalui Direktur Kesenian memaparkan mengenai Hasil Pelaksanaan Kebijakan Pemanfaatan OPK Seni untuk Meningkatkan Kesejahteran Para Pelaku Seni dan Sinergi dengan berbagai pihak dalam upaya peningkatan peran pelaku seni dalam Pemajuan Kebudayaan.

Selanjutnya, akan dilaksanakan diskusi terbatas dengan pelaku/ komunitas seni untuk menyusun program dan rekomendasi sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan lokakarya yang nantinya menjadi bahan koordinasi dengan pihak K/L dan swasta terkait.

375 Hari Jelang PON 2020, Kemenko PMK Harapkan Penyelenggaraannya Berlangsung Baik

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan
 
×
×