logo


Tak Libatkan KPK dalam Pemilihan Menteri, ICW: Publik Menilai Jokowi Tidak Akan Konsisten

ICW menyebut bahwa komunikasi Jokowi dengan KPK dalam fase yang buruk.

15 Oktober 2019 08:30 WIB

Joko Widodo
Joko Widodo Twitter @jokowi

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Indonesia Corruption Watch (ICW) menyebut Presiden Joko Widodo akan rugi jika tidak melibatkan KPK dalam seleksi menteri di periode kedua.

Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW, Donal Fariz, menilai kepercayaan publik terhadap Jokowi akan terdampak oleh keputusan itu.

"Itu dampaknya bukan kepada KPK, tapi kepada Jokowi. Publik menilai Jokowi tidak akan konsisten," kata Donal di Menteng, Jakarta Pusat, seperti dilansir dari CNNIndonesia, Selasa (15/10).


MPR Gelar Rapat Gabungan, Bamsoet: "MPR RI Hanya ada Satu Fraksi, yakni Fraksi Merah Putih"

Namun, ia menyebut bahwa komunikasi Jokowi dengan KPK dalam fase yang buruk.

"Menurut saya sinyal bahwa komunikasi Presiden dengan KPK itu tergganggu atau dalam fase yang buruk," tuturnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Laode M Syarief, mengatakan bahwa pihaknya tidak dilibatkan Jokowi dalam seleksi menteri Kabinet Indonesia Kerja periode kedua. Padahal di tahun 2014 lalu, Jokowi melibatkan KPK dan PPATK untuk mengecet rekam jejak calon menteri.

"Kami tidak diikutkan tetapi kami berharap bahwa yang ditunjuk oleh Presiden adalah orang-orang yang mempunyai track record yang bagus dari segi integritas tidak tercela. Kami berharap memilih yang betul-betul bersih dan profesional di bidangnya yang dia akan kerjakan," ucap Syarif di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK RI, Jakarta, Senin (14/10).

Jokowi Tak Terbitkan Perppu Hingga Akhir 'Deadline' Mahasiswa, KPK: Kayaknya Tidak Ada Demo

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata