logo


Jepang Usai Topan Hagibis Menerjang

berikut penjelasannya

14 Oktober 2019 19:25 WIB

tagar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Topan Hagibis yang melanda Jepang pada Minggu (13/10/2019) dini hari di pulau utama Jepang, Pulau Honshu, menyebabkan 35 orang meninggal dan 17 orang hilang, serta diperkirakan 166 orang luka-luka.

Dilansir dari Japan Times, Topan dengan kecepatan hingga 114 km/jam ini menerjang Kota Nagano, Niigata, Miyagi, Fukushima, Ibaraki, Kanagawa, dan Saitama. Topan Hagibis yang menerjang kawasan Jepang membuat curah hujan di negara tersebut sangat tinggi sehingga membuat beberapa daerah tergenang.

Sebelumnya, Topan Hagibis mendarat di Jepang pada Sabtu (12/10) malam membuat kerusakan parah di sepanjang Semenanjung Shizouka Izu. Selain daerah tersebut, kerusakan parah juga dialami Wilayah Kawasaki dan Kanagawa, sementara Tamagawa mengalami banjir. Sungai Chikuma di Prefektur Nagano meluap dan membanjiri daerah pemukiman di Kota Nagano dan Chikuma.


Topan Hagibis Menerjang Jepang, Sistem Transportasi Lumpuh

Kesadaran warga Jepang akan bencana semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir ini. Saat Topan Hagibis mendekat, pemerintah Jepang mendesak warga untuk mengerahkan segala upaya yang diperlukan untuk bertahan hidup. Warga menimbun air, bahan makanan, dan persediaan lainnya. Mereka juga mengosongkan rak-rak supermarket serta melakukan penghentian layanan transportasi umum baik darat maupun udara selama beberapa hari sebelumnya untuk memimalisir jumlah korban jiwa dan mencegah kekacauan.

Meski demikian, pemerintah Jepang masih khawatir topan Hagibis akan lebih sering terjadi di masa depan karena perubahan iklim

Ini yang Perlu Diperhatikan untuk Persiapan Pendakian Gunung Bagi Pemula

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×