logo


Tegaskan Tolak Rekonsiliasi dengan Jokowi, PA 212: Sebelum Pulangkan Imam Besar Kami

Simak berita selengkapnya

14 Oktober 2019 16:00 WIB

Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif.
Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif. Jitunews/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menerima segala bentuk rekonsiliasi dengan pemerintahan Jokowi sebelum Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab bisa pulang ke Indonesia.

"Tidak ada kata rekonsiliasi bagi kami sebelum stop kriminalisasi terhadap ulama, sebelum pulangkan imam besar kami, sebelum bebaskan aktivis kami," tegas Slamet dalam acara Dzikir dan Munajat Akbar Mujahid 212 di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta, Minggu (13/10).

Baca Juga: Pasca Pertemuan Surya Paloh dan Prabowo, Pengamat: untuk Menaklukkan Nasdem


Sekjend PA 212 Jadi Tersangka, Kuasa Hukum: Ustaz Bernard Justru Menyelamatkan dan Melindungi

Maraknya Penawaran Pinjaman Online via SMS dan WA, Kementerian Koperasi Lakukan Ini

Lebih lanjut, ia mengatakan hasil Itjima Ulama IV yang digelar pada 5 Agustus 2019 lalu akan menjadi pijakan PA 212 untuk melangkah.

"Itu pegangan kami. Sehingga ketika ada ketum partai manapun yang ingin berekonsiliasi dengan pemerintah ya kami pasti menolaknya. Jangan mimpi rekonsiliasi kalau imam kami belum pulang ke Indonesia," sambungnya.

Sebelumnya, di hasil Itjima Ulama IV disebutkan bahwa Pemilu 2019 diwarnai dengan kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif.

Sekjen PA 212 Ditangkap, Pengacara: Dipepet oleh 5 Mobil

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata