logo


Prabowo Akrab dengan Pengusung Jokowi, Politisi PKS: Kami Gak Bisa Mengurusi Dapur Orang

Simak berita selengkapnya

14 Oktober 2019 12:56 WIB

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Abu Bakar Alhabsyi.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Abu Bakar Alhabsyi. pks-riyadh.org

JAKARTA, JITUNESS.COM - Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Aboebakar Alhabsyi mengungkapkan bahwa partainya menghormati pilihan politik Prabowo Subianto yang tampak akrab dengan pesaingnnya di Pilpres 2019.

“Kami tidak bisa mengurus dapur orang. Sedangkan PKS siap dengan segala situasi yang ada, Insya Allah kami siap di dalam pemerintahan ataupun di luar,” kata Aboebakar dalam siaran pers yang diterima Jitunews.com, Senin (14/10).

Baca Juga: Jangan Ngasal, Ngerem di Jalanan Turun Juga Ada Aturannya Lho


Setelah Bertemu Surya Paloh, Prabowo Berencana Temui Ketum Golkar dan PKB

Tak Banyak yang Tahu, Aturan Baru: Lama Gak Ganti Ban Mobil Bisa Kena Denda Lho

“Saat zaman pak SBY kami bersama pemerintah, kemudian di zaman pak Jokowi kami di luar, semuanya baik-baik saja,” imbuhnya.

Anggota DPR RI ini mengatakan, jika mengingat ketentuan Pasal 4 Ayat 1 UUD 1945 kita dapat menyimpulkan bahwa Presiden memegang kekuasaan sebagai kepala negara dan sekaligus kepala pemerintahan.

Menurutnya, hal ini menandakan bahwa sistem pemerintahan di Indonesia menganut pola Presidensial. Sebenarnya, dalam sistem presidensial, hubungan antara Presiden dan DPR tidak didesain dalam pola koalisi atau oposisi, melainkan lebih dalam pelaksanaan checks and balances.

“Jika memang kami harus melaksanakan fungsi checks and balances sendirian, Insya Allah PKS siap menjalani. Ini adalah wujud kecintaan kami kepada bangsa dan negara ini. Artinya, tentu tetap harus ada pihak yang mengambil peran untuk melakukan proses checks and balances. Jangan sampai pemerintah dibiarkan berjalan sendiri tanpa kontrol,” terangnya.

Tak Hanya Pedas dan Asam, 2 Makanan Ini Juga Memicu Asam Lambung Naik

Dalam hal ini, Aboebakar mengatakan bahwa publik harus mendudukkan pilihan politik ini secara proporsional, tidak dalam satu kubu bukan berarti bermusuhan.

“Ini adalah bagian dari ikhtiar kita membangun bangsa, harus ada yang mengambil peran menjaga keseimbangan, seperti ketika kita naik sepeda, perlu dikayuh kanan dan kiri agar bisa berjalan dan menjaga keseimbangan,” tukasnya.

Prabowo dan Surya Paloh Tak Bahas Menteri, NasDem: Betul-betul Harus Pisahkan

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Nugroho Meidinata