logo


Resmikan 170 Titik BBM Satu Harga, Ignasius Jonan: Kalau Bisa Dilanjutkan 500 Titik

Penyaluran dilakukan di wilayah yang sulit terjangkau

14 Oktober 2019 10:24 WIB

ignasius jonan
ignasius jonan esdm.go.id

Jonan menambahkan SPBU BBM Satu Harga ini ke depan akan ditingkatkan menjadi SPBU komersial tidak hanya melayani BBM bersubsidi.

"Ke depan bisa juga melayani BBM jenis lainnya seperti Pertalite, Dexlite dan lain sebagainya," kata Jonan.

"Sangat tepat dipilihnya lokasi ini, SPBU ini adalah SPBU dengan pemandangan terindah," imbuhnya.


Badan Geologi Luncurkan Atlas Zona Kerentanan Likuefaksi Indonesia

Pada kesempatan yang sama Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fanshurullah Asa melaporkan, dari penugasan kepada BPH Migas dari tahun 2017 sampai tahun 2019 telah dibangun 170 penyalur BBM Satu Harga.

Pertamina (Persero) dan 10 Penyalur oleh PT. AKR Corporindo, Tbk. Adapun sebaran 170 titik penyalur BBM Satu Harga di seluruh wilayah Indonesia yakni Sumatera 31 titik, Jawa 3 titik, Kalimantan 42 titik, Bali 2 titik, Nusa Tenggara 25 titik, Sulawesi 17 titik dan Maluku-Papua 50 titik.

Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur mengungkapkan hadirnya 2 SPBU BBM Satu Harga di Kabupatennya sangat membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat Lembata.

"Sebelumnya kami hanya punya 1 APMS. Dengan tambahan 2 SPBU ini harapan kami BBM Satu Harga bukan hanya dapat dinikmati masyarakat yang dekat penyalur tapi juga nanti akan ada subpenyalur di desa-desa, sehingga harga BBM yang sebelumnya dijual dengan harga Rp 10.000 hingga Rp 30.000, nantinya paling tidak bisa di bawah 10.000 (di subpenyalur)," ungkap Eliaser.

Kebijakan BBM satu harga ini sangatlah dirasakan oelh masyarakat. dampak yang langsung bida dinikmati diantaranya kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor ekonomi domestik, penghematan pengeluaran BBM yang diharapkan diikuti dengan penurunan harga sembako.

Kebijakan ini juga bermanfaat bagi perekonomian serta meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.

Menteri ESDM Sebut Listrik Tumbuh Hampir 40% dalam 5 Tahun Terakhir

Halaman: 
Penulis : Nurman Abdul Rohman