logo


Kasus Penusukan Wiranto, Pengamat Sebut Teroris Sudah Frustasi

Simak berita selengkapnya

12 Oktober 2019 12:01 WIB

Kejadian Saat Penyerangan terhadap Menko Polhukam  Wiranto
Kejadian Saat Penyerangan terhadap Menko Polhukam Wiranto Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Aksi penusukan Menko Polhukam Wiranto yang dilakukan oleh Syahrial Alamsyah (SA) alias Abu Rara dinilai sebagai bentuk kenekatan. Hal itu diungkapkan oleh pengamat terorisme dari UIN Kalijaga Yogyakarta Noorhaidi Hasan.

Menurut Noorhaidi, pelaku melakukan tindakan nekat itu dikarenakan frustasi semakin menyempitnya ruang gerak kelompok teroris.

"Kalau nekat itu biasanya berkaitan dengan rasa frustasi yang mereka alami, merasa terjebak, terhimpit dari segala sisi,” ucapnya sebagaimana dilansir dari Detik, (12/10).


Peristiwa Penusukan Wiranto, Nikita Mirzani: Penjagaannya Gimana Ya?

Ia mengimbuhkan alasan selanjutnya yakni peluang teroris dalam mengembangkan serangan skala besar semakin menipis.

“Dengan keadaan itu lalu tidak ada ruang lagi untuk mengembangkan serangan-serangan yang lebih besar skalanya dan menimbulkan dampak yang luas," lanjutnya.

Peralihan skala teror yang semula luas menjadi target yang lebih spesifik, dinilai tetap dapat menciptakan efek di pemerintah maupun masyarakat.

"Karena mereka tidak mampu menggelar operasi yang besar, maka mereka menyasar target yang lebih spesifik tapi memiliki arti penting di masyarakat dan pemerintah," tukasnya.

Pasca Penusukan Wiranto, Merasa Tak Ada Tindak Lanjut Pengamanan, Fadel: Saya Prihatin

Halaman: 
Penulis : Iskandar