logo


Manufaktur Global Melempem, Indonesia Makin Moncer

Berikut Ulasannya

11 Oktober 2019 11:20 WIB

Pabrik alat pengaman kelistrikan (switchgear) pertama di Indonesia, Crompton Prima Switchgear resmi beroperasi di Kawasan Industri Modern Cikande, Banten, Senin (20/8).
Pabrik alat pengaman kelistrikan (switchgear) pertama di Indonesia, Crompton Prima Switchgear resmi beroperasi di Kawasan Industri Modern Cikande, Banten, Senin (20/8). ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dampak Perang dagang Amerika dan Thiongkok mengakibatkan perlambatan sektor manufaktur di beberapa belahan dunia.

Menurut United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) hal tersebut juga karena imbas pemberlakuan tarif dari Uni Eropa.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono mengamini kondisi tersebut, dengan indikasi permintaan yang menurun di pasar.


RI-Singapura Sepakat Kembangkan 2 Kawasan Industri ini Jadi KEK

Baca Juga: Fokus 5 Sektor ini, Kemenperin: Kontribusinya 60 Persen PDB

“Saat ini perekonomian global sedang melambat, karena ada faktor-faktor internasional. Kondisi ini berimbas pada produksi sektor industri di sejumlah negara dunia,” tuturnya di Jakarta, Jumat (11/10).

Dalam laporan UNIDO, pada kuartal I-2019, tingkat pertumbuhan manufaktur dari negara-negara industri hanya sekitar 0,4 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Tercatat penurunan terjadi setiap triwulan, yang sebelumnya mencapai 3,5 persen pada akhir 2017.

Kita bisa melihat di Amerika Utara tingkat pertumbuhannya secara year-on-year (y-o-y) hanya 1,8 persen terun 2,5 persen dibandingkan capaian pada kuartal IV-2018.

Kemenperin Perkuat Ekosistem Digital IKM Melalui Platform SIIKMA, Apa Saja Manfaatnya?

Halaman: 
Penulis : Nurman Abdul Rohman